Habapublik.com, Sabang: Harga emas di Provinsi Aceh, termasuk diantaranya di Kota Sabang, terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga emas ini membuat banyak pemuda lajang di Aceh mengeluhkan kesulitan dalam mengumpulkan mahar pernikahan.
Berdasarkan pantauan di toko-toko perhiasan emas di Aceh, harga emas saat ini berada di kisaran Rp 4.110.000 per mayam belum termasuk ongkos buat. Angka ini meningkat signifikan dari beberapa bulan lalu yang masih di bawah Rp 4.000.000 per mayam.
Salah satu warga Sabang Novriadi mengatakan, harga emas memang terus naik, ini membuatnya kesulitan untuk mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli mas kawin. Ia mengaku, meski sudah lama menabung, namun setiap kali hampir mencapai target, harga emas terus melambung naik.
“Budaya pernikahan di Aceh, yang mengharuskan adanya pemberian mahar dalam bentuk emas, membuat dirinya merasa tertekan dengan kenaikan harga emas, saya khawatir akan semakin sulit untuk menikah jika harga emas terus meningkat. Saya tahu emas adalah investasi yang baik, tapi untuk saat ini, saya hanya ingin bisa menikah, kenaikan harga emas ini benar-benar membebani saya dan teman-teman lajang lainnya,” ujar Novri, Kamis (18/07/2024).
Kondisi serupa juga dirasakan oleh pemuda-pemuda lajang lainnya di Aceh. Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga emas, sehingga tidak memberatkan calon pengantin pria dalam menyiapkan mahar pernikahan.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga emas ini. Ini bukan hanya masalah saya, tapi juga dialami oleh banyak pemuda lajang di Aceh yang ingin segera menikah,” pungkasnya.
Di sisi lain, salah satu pedagang emas di Kota Sabang Muhib menyatakan, mereka tetap optimistis dengan prospek penjualan emas di tengah kenaikan harga ini. Mereka meyakini bahwa emas tetap menjadi pilihan investasi yang aman bagi masyarakat Aceh dalam jangka panjang.
“Meskipun harga emas sedang tinggi, minat masyarakat Aceh maupun sabang terhadap emas masih cukup kuat. Kami tetap optimistis dapat menjual emas dengan baik di tengah kondisi pasar saat ini,” ujar Muhib.
Dengan terus naiknya harga emas di Aceh, para pemuda lajang di wilayah ini berharap untuk dapat menemukan solusi yang memungkinkan mereka untuk tetap dapat menikah di tengah tantangan ekonomi saat ini.(*)












