Habapublik.com, Sabang : Harga cabai rawit sejak pertengahan bulan Juli 2024 lalu hingga saat ini di Kota Sabang terus mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini terjadi diperkirakan akibat cuaca yang tidak menentu beberapa waktu terakhir ini sehingga mempengaruhi hasil panen cabai rawit.
Salah satu pedagang Kebutuhan Bahan Pokok di depan Masjid Agung Babussalam Kota Sabang Fidia mengatakan, harga cabai rawit yang dijualnya terus mengalami kenaikan, awalnya Rp.35ribu, kemudian naik menjadi Rp.45ribu dan saat ini mengalami kenaikan drastic mencapai Rp.60ribu/kg.
Akibat harga yang naik terlalu tinggi tersebut, daya beli pun menurun, masyarakat hanya membeli dengan jumlah sedikit, dibeli hanya 1 ons hingga ¼ kg saja.
“Waktu harga murah biasa masyarakat apalagi yang punya warung nasi, itu sampai 1 kg hingga 3 kg, kalau sekarang ini banyak yang mengeluh karena harganya yang naik terlalu tinggi. Biasa kalau harga lagi mahal, banyak yang minta beli Cuma 1 ons saja, yang beli hingga satu kg itu sangat jarang,” ujar Fidia, Kamis (01/08/2024).
Sementara itu salah satu penjual Nasi dan Lontong di Kota Atas Sabang Udin mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit ini sangat membebani masyarakat, terutama dengan kondisi perekonomian menengah kebawah, serta bagi penjual makanan seperti dirinya.
Saat ini ia terpaksa mengurangi porsi penggunaan cabai rawit pada bumbu makanan yang dijual, dan terpaksa membeli cabai rawit hanya sebanyak ½ kg saja.
“Berat sekali, biasa kami beli sampai 2 kg, tapi kalau harga mahal seperti ini ya saya mampu beli Cuma ½ kg saja. Karena kalau beli dengan jumlah banyak dagangan saya tidak balik modal,” kata Udin.
Menurut pantauan habapublik.com dari sejumlah toko bapok dan di Pasar Rakyat Kota Sabang, selain cabai rawit cabai hijau juga alami kenaikan yang awalnya Rp 45ribu/kg saat ini naik menjadi Rp55ribu/kg. Sementara untuk cabai merah besar dan cabai keriting Justru alami penurunan harga dari Rp.45ribu saat ini menjadi Rp36ribu/kg.(*)












