Dispar Kota Sabang Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Museum

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang mengadakan pelatihan bagi pemandu wisata museum. Panitia dan peserta foto bersama usai acara pembukaan. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang mengadakan pelatihan bagi pemandu wisata museum. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pemandu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang berkunjung ke museum-museum di Sabang.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari 24 – 27 Sep 2024 dan diikuti oleh sebanyak 30 peserta dari berbagai unsur, termasuk komunitas Himpunan Pemandu Indonesia (HPI), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Duta Wisata Kota Sabang, serta tenaga pengajar. Pelatihan mencakup berbagai topik, mulai dari sejarah lokal, pengetahuan tentang artefak museum, hingga teknik komunikasi yang efektif.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata, melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Soffa Dewi Yohana, S.E. mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan dalam sektor pariwisata Kota Sabang.

“Pelatihan ini difokuskan pada sektor yang perlu segera dikembangkan, karena kualitas SDM sangat menentukan mutu produk dan layanan wisata, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ujar Soffa, Kamis (26/09/2024).

Dalam kegiatan ini, pihaknya memberikan pengetahuan mengenai kemampuan berkomunikasi yang baik, standar presentasi yang prima, serta penguasaan materi wisata yang akan disampaikan kepada para wisatawan. “Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap para pemandu wisata dapat lebih profesional dan mampu memberikan penjelasan yang menarik dan informatif kepada para pengunjung, sehingga dapat meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke museum-museum di Sabang,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada sektor pariwisata Kota Sabang, khususnya dalam memperkenalkan sejarah dan budaya Sabang melalui museum-museum yang ada, serta meningkatkan daya tarik wisata edukatif di wilayah tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *