Habapublik.com, Aceh Besar: SMKN 1 Al Mubarkeya terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi siswa secara digital. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 17 hingga 18 Desember 2024, bertempat di ruang guru.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu M. Iqbal, S.Pd., M.Pd., dari SMAN Modal Bangsa, dan Cut Nova Elita, seorang trainer profesional tingkat nasional.
Keduanya menyampaikan materi yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan kompetensi guru, baik dalam aspek teknis maupun pengembangan kemampuan siswa secara holistik.
M. Iqbal, S.Pd., M.Pd., memfokuskan materinya pada pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk mendukung proses pembelajaran. Ia memaparkan berbagai platform dan aplikasi seperti Copilot Studio dan Gemini yang dapat digunakan guru untuk menciptakan bahan ajar interaktif.
Dalam pelatihannya, para guru diajarkan cara menyusun modul digital yang menarik, membuat soal-soal berbasis aplikasi, serta mengintegrasikan teknologi learning analytics untuk memantau perkembangan siswa.
Menurut M. Iqbal, teknologi AI mampu membantu guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini.
“Dengan AI, guru tidak hanya dapat mempermudah proses pembuatan bahan ajar, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan berfokus pada penguatan literasi serta numerasi siswa,” jelasnya.
Sementara itu, Cut Nova Elita, sebagai trainer profesional nasional, mengarahkan fokus pelatihannya pada pengelolaan kemampuan softskill yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan siswa di masa depan. Ia menjelaskan bahwa di era digital, softskill seperti komunikasi, berpikir kritis, manajemen waktu, kerja sama tim, dan kreativitas merupakan aspek yang tak kalah penting dibandingkan kemampuan teknis.
“Guru perlu memastikan bahwa siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki softskill yang memadai untuk menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Kepala SMKN 1 Al Mubarkeya, Sukmanil Fuadi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga membantu siswa berkembang secara holistik.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami ingin membangun budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan literasi, numerasi, serta softskill yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ini juga menjadi langkah penting kami untuk meningkatkan nilai Rapor Mutu Pendidikan di sekolah,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan, Harmiati, S.Pd., menyampaikan kesannya. “Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi kami. Tidak hanya belajar teknologi baru, tetapi juga bagaimana mengembangkan keterampilan siswa secara menyeluruh. Saya optimis pembelajaran di kelas akan menjadi lebih menarik dan efektif,” ungkapnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen SMKN 1 Al Mubarkeya untuk terus berinovasi dalam pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi AI dan mengintegrasikan pengembangan softskill, sekolah berharap dapat mencetak generasi muda yang siap bersaing secara global, baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.(*)












