Habapublik.com, Banda Aceh: Pengambilan video dokumentasi, monitoring dan evaluasi kegiatan ProKLim (Program Kampung Iklim) di Gampung Peurada Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh berlangsung lancar dan sukses.
Dalam resumenya Ms. Shaw (Ketua Tim) dari IGES Jepang menyampaikan apresiasi dari IGES terhadap kegiatan-kegiatan yang telah kita lakukan. Capaian yang telah dilakukan oleh Kelompok Sawadaya Masyarakat (KSM) Gampong Peurada melampaui capaian target dari yang mereka harapkan.
KSM bisa menghasilkan berbagai produk usaha benda pro lingkungan berpotensi komersialisasi. Tim IGES yang hadir di Gampong Peurada, satu orang dari Jepang (Ms Shawn), dua orang dari Thailand (Ms Skye dan Mr. Pam) dan satu orang perwakilan IGES dari Jakarta Pak Mukhtar.
“Mereka telah mengunjungi lebih dari 100 kota di ASEAN, Alhamdulillah mereka menyatakan kita termasuk dalam kelompok 3% Gampong yang melampaui tujuan program yang kita usulkan pada proposal,”kata Keuchik Gampong Peurada Marzuki Ibrahim, SE. Ak.

Menurut keuchik, pihaknya menyampaikan terimakasih banyak kepada aparatur Gampong Peurada yang telah berhadir memberikan support dukungan moril dan materil secara langsung untuk keberhasilan usulan Proposal program ProKlim Gampong Peurada yang didanai oleh IGES Jepang.
“Terima kasih khusus kepada Ibu Ainal perwakilan unsur Perempuan pada TPG yang telah menjamu tim IGES dengan adat Aceh dan jamuan makanan khas Aceh di kediamannya. Terimakasih special kepada Cek Is yang telah memukau tim IGES dengan selebrasi adat Aceh,”ucapnya.
Marzuki Ibrahim juga menyampaikan terimakasih kepada Bu Dedep yang membantu KSM Peurada all out dengan peran ganda sebagai DLHK3, pengusul program dan warga.
“Tidak lupa juga kami menyampaikan terimakasih kepada yang mendoakan dan mensupport program IGES secara diam-diam serta tim KSM terutama Ibu-Ibu Gampong Peurada yang sangat solid dan penuh energi positip,”tambahnya.

Sekedar info apa itu IGES.
IGES (Institute for Global Environmental Strategies) merupakan lembaga internasional yang melakukan pengembangan kebijakan inovatif dan penelitian strategis berkaitan dengan lingkungan yang menerjemahkan hasil penelitian menjadi keputusan politik untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan baik di kawasan Asia-Pasifik maupun global. Wilayah kerja mereka di Asia Pasifik.
Pada tahun 2024 ini untuk Indonesia hanya ada dua proposal yang mereka danai oleh Program ASEAN SDGs Frontrunner Cities (SDGs-FC) yang merupakan inisiatif baru di bawah ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) yang didanai oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF) yakni Gampong Peurada di Kota Banda Aceh dan satu desa lainnya di Solo-Jawa Tengah.(*)












