Habapublik.com, Sabang : Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, pemuda asal Sabang, Fahrul, menyampaikan pentingnya menjadikan momen ini sebagai ajakan untuk menyegarkan kembali semangat kebangsaan. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar lima sila, melainkan pijakan dalam menata kehidupan sosial dan pemerintahan.
Fachrul menjelaskan bahwa dirinya berusaha mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Saya menyesuaikan hidup saya sebagai WNI yang menjunjung tinggi tiap sila, mulai dari beribadah sesuai keyakinan, menjunjung keadilan dan kejujuran, hingga menerima perbedaan di sekitar saya, baik offline maupun online,” ujarnya, Minggu (01/06/2026).
Ia menambahkan bahwa Pancasila mengajarkan pentingnya musyawarah dan penyampaian informasi yang objektif untuk kebaikan bersama. Dalam pandangannya, nilai-nilai luhur dalam Pancasila akan semakin bermakna jika terus dipraktikkan dalam kehidupan nyata.
Terkait tantangan generasi muda, Fahrul menilai lemahnya daya analitik sebagai masalah utama. “Daya analisa yang lemah melahirkan tindakan impulsif dan subjektif, yang pada akhirnya merusak semangat Pancasila dalam kehidupan sosial dan bernegara,” katanya.
Ia mengutip pendapat tokoh seperti Erik Erikson dan Karl Mannheim yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam perubahan sosial dan politik. Menurutnya, jika pemuda tak mampu berpikir objektif, maka partisipasi mereka dalam menjaga nilai-nilai Pancasila akan menurun.
Fahrul pun mengajak generasi muda untuk kembali membiasakan diri membaca buku agar kemampuan berpikir kritis semakin tajam. Ia percaya bahwa peningkatan literasi adalah kunci untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.(*)












