Habapublik.com, Aceh Besar: Tim Dosen Jurusan Kebidanan dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh kembali mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini guna mendukung program ASI eksklusif dan memotivasi kaum ibu untuk menyusui melalui pembentukan Komunitas Relaktasi.
Peserta kegiatan terdiri dari kader kesehatan masyarakat dan ibu hamil trimester ketiga yang sedang mempersiapkan diri untuk proses persalinan dan menyusui di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Acara dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Indrapuri, Kamis, 7 Agustus 2025.
Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Aceh ini secara resmi dibuka oleh Bidan Koordinator Puskesmas Indrapuri, Bdn. Farqiah, S.Keb. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya dukungan komunitas dalam meningkatkan keberhasilan program ASI eksklusif dan relaktasi di wilayah kerja Puskesmas Indrapuri.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Dosen Jurusan Kebidanan dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh terhadap inisiatif pembentukan komunitas relaktasi sebagai upaya inovatif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan inti, sesi edukasi, dan pembentukan kelompok komunitas relaktasi dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana, Bdn. Yusnaini, SST, M.Kes, yang memiliki kompetensi mendalam di bidang kebidanan dan kesehatan reproduksi.
Pada kesempatan tersebut, Bidan Yusnaini turut didampingi oleh tim pelaksana dari berbagai multidisiplin ilmu yang bersinergi, yakni ahli di bidang Kesehatan Masyarakat Cut Yuniwati, SKM, M.Kes; Iin Fitraniar, SST, MKM; dan Lia Lajuna, SKM, MPH. Kemudian ada ahli di bidang Kebidanan Bdn. Kartinazahri, SST, M.Keb, dan ahli di bidang Gizi Masyarakat, Ampera Miko, DNCom, MM.
Tim pelaksana yang berkompeten ini memberikan materi edukatif secara komprehensif mengenai teknik relaktasi, manfaat ASI eksklusif, serta strategi pembentukan dan pengelolaan komunitas pendukung ibu menyusui. Pendekatan yang digunakan bersifat interaktif dan partisipatif, memungkinkan peserta untuk aktif bertanya dan berbagi pengalaman.
Menurut Bidan Yusnaini, kegiatan ini dilaksanakan mengingat masih rendahnya Angka ASI Eksklusif. “Cakupan ASI eksklusif masih belum optimal, padahal ASI eksklusif sangat penting untuk kesehatan bayi dan ibu,” ujarnya.
“Dan melalui pembentukan komunitas relaktasi ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan awareness dan dukungan praktis bagi ibu menyusui,” ujarnya lagi
Ia juga menyoroti upaya relaktasi yang masih kurang dipahami masyarakat. “Banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui atau terpaksa berhenti menyusui dan tidak mengetahui bahwa mereka dapat kembali menyusui melalui proses relaktasi. Oleh sebab itu, edukasi tentang relaktasi sangat diperlukan untuk memberikan harapan dan solusi.”
Permasalahan klasik selanjutnya, dukungan sosial yang minim untuk ibu menyusui di banyak komunitas. Kata Yusnaini, ibu menyusui sering merasa terisolasi dan kurang mendapat dukungan dari lingkungan sekitar. “Sehingga kehadiran komunitas relaktasi diharapkan dapat menjadi wadah saling mendukung dan berbagi pengalaman.”
Pihaknya juga ingin menghilangkan mitos dan kepercayaan keliru tentang menyusui yang beredar di masyarakat. “Komunitas ini dapat menjadi sarana edukasi untuk meluruskan pemahaman yang keliru,” ujarnya.
Kegiatan turut dihadiri oleh para Bidan Pelaksana Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari Puskesmas Indrapuri, yang berperan sebagai mitra strategis dalam implementasi program di tingkat pelayanan kesehatan dasar. “Kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program dan integrasi dengan layanan kesehatan rutin yang telah ada.”
“Melalui kolaborasi yang solid antara tim akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan fondasi yang kuat bagi terbentuknya komunitas relaktasi yang mandiri dan berkelanjutan, khususnya di Kecamatan Indrapuri,” ujarnya. (*)












