Ragam  

Polda Aceh Revitalisasi Pos Kamling Demi Keamanan Warga

Dit Binmas Polda Aceh Kompol Shaiful Anam, S.T.P., M.M., foto bersama saat melakukan peninjauan pos kamling di Kota Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Direktorat Binmas Polda Aceh terus menggalakkan program revitalisasi pos kamling di berbagai daerah, termasuk di Kota Sabang. Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali fungsi pos kamling sebagai pusat keamanan lingkungan berbasis masyarakat.

Dit Binmas Polda Aceh Kompol Shaiful Anam, S.T.P., M.M., mengatakan kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan sinergi antara masyarakat, aparat, dan lembaga adat. Menurutnya, pos kamling tidak hanya sebatas tempat ronda, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial.

“Revitalisasi pos kamling ini bertujuan mengaktifkan kembali yang sudah ada, sekaligus menambah fungsi lain bagi masyarakat. Misalnya untuk warga nelayan atau kebutuhan darurat seperti anak yang sakit, pos kamling bisa menjadi tempat pertama meminta bantuan,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Selain keamanan, pos kamling juga menjadi media pembahasan nilai-nilai adat dan peraturan daerah. Kompol Shaiful menekankan bahwa keberadaan lembaga adat di tingkat kampung dapat menyelesaikan berbagai persoalan tanpa harus langsung ke kepolisian.

“Kita punya Kanun Nomor 9 Tahun 2008 tentang adat, di mana terdapat 18 perkara yang bisa diselesaikan di kampung melalui lembaga adat. Artinya, tidak semua masalah harus dibawa ke kantor polisi, tetapi bisa diselesaikan dengan musyawarah di tingkat gampong,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan Babinsa dari Koramil, Bhabinkamtibmas dari Polsek, serta perangkat gampong untuk memastikan sinergitas berjalan baik. Pos kamling diharapkan menjadi pusat informasi sekaligus tempat masyarakat menyampaikan keluhan.

Program revitalisasi pos kamling ini akan dilakukan secara rutin, dengan pengecekan kelengkapan dan keaktifan setiap pos. Dengan demikian, masyarakat bisa merasa lebih aman dalam beraktivitas, termasuk anak-anak yang pergi mengaji tanpa rasa takut.

Kompol Shaiful juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya berlaku di Aceh, tetapi juga di seluruh Indonesia. Namun, di Aceh, revitalisasi pos kamling akan dipadukan dengan kearifan lokal sebagai bagian dari menjaga identitas adat istiadat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *