Partai NasDem Banda Aceh Serahkan Hadiah kepada Juara Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I

Ketua DPD NasDem Kota Banda Aceh, H Heri Julius, pengurus dan Panpel turnamen sepak bola usia dini, "Restorasi Cup I tahun 2025, foto bersama dengan tim juara even tersebut, usai penyerahan hadiah, Selasa (18/11/2025) sore di Halaman Sekretariat, DPD Partai setempat. (Foto/Ist)

Habapublik.com, Banda Aceh: Ketua DPD Partai NasDem Banda Aceh yang juga Sekretaris Fraksi NasDem DPR Aceh, H Heri Julius, S.Sos MM menyerahkan Piala Bergilir kepada Juara Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I tahun 2025, yakni disabet oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Barona, Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, SSB Barona naik pedium sebagai yang terbaik dalam Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I tahun 2025, usai menang lewat drama adu penalti atas SSB Lambhuk, dalam laga final yang berlangsung di Lapangan Ex PON Rugby, Lambung Banda Aceh, awal bulan lalu.

Sementara SSB Lambhuk harus puas sebagai Runner up yang juga, menerima penghargaan dari Panpel yang diserahkan oleh Sekretarus Fraksi NasDem DPR Kota Banda Aceh, Efiyati AMD.

Acara penyerahan penghargaan, penutupan even dalam rangka menyambut HUT Partai NasDem ke-14 tahun 2025 yang berlangsung di Halaman Sekretariat DPD NasDem Banda Aceh, Jalan Tgk Diblang Lamdingin, Selasa (18/11/2025) sore berlangsung semarak dan meriah.

Sementara itu juara III untuk SSB Bukit Sembilan, trofhi, medali dan dana pembinaan diserahkan oleh koordinator turnamen, TM Khaidir MM dan Trofhi juara IV untuk SBB IMKA Kaye Adang diserahkan oleh ketua Panitia, Zakaria Praja.

Sedangkan untuk gelar individu (topskor) yang disabet pemain usia dini dari SSB B-9 Lambaro Skep nomor punggung 7, Fadil dengan torehan 5 gol, dimana penghargaan diserahkan politisi NasDem, Yunis Arafat.

Pemain terbaik atas nama M Ziyan SSB Barona juga trofhi diserahkan oleh politisi NasDem Banda Aceh, Ir Nazira dan Kk Mulyadi yang juga pengurus senior DPD NasDem Banda Aceh, dipercaya menyerahkan trofhi dan dana pembinaan kepada _Best Gool Kiper_untuk penjaga gawang SSB Barona, Hafis Furqan.

Para juara pada penutupan tersebut lengkap memperoleh penghargaan, seperti trofhi, pengalungan medali dan uang pembinaan yang diserahkan bersamaan dengan HUT Partai NasDem ke-14 tahun 2025, jelas Koordinator pertandingan, TM Khaidir kepada wartawan, Rabu (19/11/2025).

Ia menambahkan. Festival sepak bola U-11 yang diikuti 12 tim tersebut berlangsung seperti jadwal yang sudah dirandom dan berjalan lancar.

“Kesusesan perhelatan perdana, semakin optimis kami penitia menggelar turnamen sepak bola kelompok umur yang lebih tinggi dan umum lainnya kedepan,”ujar mantan Sekum PSSI Aceh tersebut.

TM Khaidir mengucapkan terima kasih kepada ketua dan pengurus DPD NasDem Banda Aceh, sponsor pendukung lainnya, rekan media serta perwakilan 12 tim U-11 tahun yang telah ambil bagian dalam even ini.

Sementara itu, ketua DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh, H Heri Julius dalam sambutannya pada penutupan turnamen mengatakan, “even ini momentum penting bagi pembinaan sepakbola usia dini di Aceh”, sekaligus mempererat silaturahmi antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Banda Aceh.

Turnamen ini juga menjadi ajang scouting bagi pelatih dan pengamat sepakbola lokal untuk meliha kompetisi, tetapi juga bagian dari gerakan restorasi sosial melalui olahraga, sejalan dengan semangat Partai NasDem.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam semangat sportivitas, kerja sama, dan cinta terhadap olahraga,”harap H Heri yang juga ketua KONI Banda Aceh.

Semangat pemain usia dini dan banyak mantan pemain sepakbola yang melakukan pembinaan selama ini perlu kita dukung menurut kapasitas masing-masing, “ya tentu lewat turnamen atau kompetisi serta bantuan kainnya’, tukas anggota DPRA dari Fraksi NasDem itu.

Heri Ketua Askot PSSI Banda Aceh menjelaskan inti gelaran Festival Sepak Bola usia dini. ” dapat menumbuhkan semangat kompetisi sehat di kalangan anak-anak, menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat, Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga sejak dini, memperkuat solidaritas antar komunitas sepak bola lokal.

“Dengan semangat restorasi dan kebersamaan, turnamen ini menjadi bukti bahwa sepakbola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang membangun karakter, disiplin dan harapan masa depan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *