Presiden Prabowo Janji Bantuan dan Sentuhan Kemanusiaan di Tanah Gayo

Presiden Prabowo Subianto, sedang berdialok dengan para pengungsi di Takengon, Aceh Tengah, Jumat (12/12/2025). Foto: Prokopim Pemkab Aceh Tengah.

Habapublik.com, Takengon: Tanoh Gayo, Aceh Tengah, bergetar dengan kehadiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, Jumat (12/12/2025

). Kunjungan yang sudah dinantikan rakyat Gayo pasca bencana ini menjadi obat di tengah duka pengungsi korban banjir dan tanah longsor yang menghantam wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Tepat pukul 12.30 WIB, rombongan presiden tiba dan langsung menuju Masjid Al Abrar di Kecamatan Kebayakan, tempat para pengungsi berlindung. Usai menunaikan ibadah shalat Jumat, Prabowo tak menunda waktu. Ia langsung menyapa pengungsi di tenda-tenda darurat yang berjejer di sekitar masjid. Suasana haru langsung terasa.

Bukan hanya sekadar kunjungan formal, Prabowo hadir dengan sentuhan kemanusiaan yang menyentuh hati. Mendengarkan dialog dan curahan hati pengungsi.

Prabowo menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pengungsi. Ia mendengarkan keluh kesah mereka, menyimak cerita pilu tentang rumah yang hilang, ladang yang hancur, dan masa depan yang tak pasti.

Bahkan, ada seorang ibu yang tak kuasa menahan air mata, memeluk presiden sambil mengadukan nasibnya. “Tidak punya rumah lagi, Pak. Tidak tahu sampai kapan kami harus tinggal di tenda ini,” isaknya, menggambarkan betapa beratnya beban yang mereka pikul.

Prabowo dengan sabar mendengarkan setiap keluhan. Ia berusaha memberikan semangat dan harapan kepada para pengungsi. “Kami akan berusaha dengan sebaik-baiknya membantu rakyat yang terkena musibah. Kami tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi pemerintah akan berusaha dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo.

Di sela-sela dialog yang mengharukan, Prabowo juga menyempatkan diri mencicipi kuliner khas Gayo, seperti Lepat Gayo dan ikan depik goreng, ikan endemik Danau Lut Tawar. Gesturnya menunjukkan kedekatan dan kepeduliannya terhadap budaya lokal.

Kunjungan ini juga menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka. Selain masalah tempat tinggal, pengungsi juga mengeluhkan terisolasinya ruas jalan nasional yang sudah lebih dari dua minggu terputus akibat longsor. Mereka berharap pemerintah segera bertindak untuk membuka akses jalan tersebut, serta memberikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah dan infrastruktur yang rusak.

Pemulihan ekonomi juga menjadi prioritas utama agar pengungsi atau korban dan terdampak tanah longsor dan banjir Gayo kembali bangkit dan menata kehidupan.

Kunjungan Presiden Prabowo diharapkan memberikan dampak positif bagi para pengungsi. Bukan hanya sekadar bantuan materi, kehadiran seorang pemimpin negara memberikan suntikan semangat dan harapan baru. Momen-momen hangat seperti bersalaman, berfoto, dan memeluk anak-anak yang menyapa Prabowo, menjadi bukti bahwa pemimpin mereka peduli.

Reporter RRI, Satiran, berharap kunjungan ini bukan hanya menjadi kunjungan simbolis, tetapi juga menjadi momentum untuk percepatan penanganan bencana di Aceh Tengah.

Ia berharap pemerintah segera membuka akses jalan yang terisolasi, merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur yang rusak, serta memberikan bantuan pemulihan ekonomi bagi para korban.

“Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tengah adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat. Sentuhan kemanusiaan, janji bantuan, dan harapan pemulihan, menjadi bekal berharga bagi para pengungsi untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Semoga, janji-janji yang diucapkan bisa segera terealisasi, dan Tanah Gayo bisa kembali pulih dan sejahtera,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *