Habapublik.com, Meureudu: Artis cantik, model yang juga aktivis lingkungan, Wanda Hamidah mendatangi langsung ke sejumlah lokasi posko-posko pengungsian yang didiami warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam kunjungannya pada Rabu (24/12/2025), Wanda Hamidah datang bersama Sahabat Baitulmaal Muamalat (BMM) sekaligus menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga di beberapa gampong yang terdampak paling parah di Kecamatan Meurah Dua.
Menurut keterangan Wanda Hamidah, selain menyalurkan sejumlah bantuan, ia juga berencana menyempatkan diri melihat kondisi warga terdampak secara langsung serta berdialog dengan korban sembari mendengarkan langsung keluhan mereka.
Mengawali wawancara dengan wartawan habapublik.com, Hermansyah bertempat di Wisma BAMBA, Meureudu, pagi sekira pukul 08.30 WIB, Wanda Hamidah ungkap rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Pidie Jaya, dan Sumatera umumnya.
Ia menilai bencana alam banjir dan longsor (hidrometeorologi) tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyisakan dampak sosial pada psikologis mendalam bagi masyarakatnya, terutama sekali bagi kelompok rentan, seperti anak-anak.
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2009–2014 itu sedikitnya banyak juga menyinggung persoalan kerusakan hutan yang disebabkan oleh ulah tangan jahil manusia, yang dinilai Wanda turut memperparah dampak bencana alam.

Wanda dengan lantang menyebut, perambahan dan pembabatan hutan sebagai salah satu faktor yang memperbesar risiko banjir dan longsor di Indonesia, bukan semata di Aceh.
“Masyarakat kecil selalu menjadi pihak yang paling merasakan akibatnya. Ketika hutan rusak, keseimbangan alam terganggu dan rakyat yang menanggung dampaknya,” ujar Wanda.
Wanda menambahkan upaya menjaga hutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, akan tetapi terpenting menurutnya keberanian serta peran aktif seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat bawah.
“Masyarakat harus berani bersuara dan menjaga hutan dari tingkat paling bawah. Kepedulian bersama dapat menjadi benteng awal mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah,” pinta bintang film Pengejar Angin, Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, dan Dear Love itu.
Di akhir wawancara Wanda Hamidah bersama Sahabat Baitulmaal Muamalat (BMM) berkata, setelah menyelesaikan agenda kemanusiaan di Pidie Jaya, mereka akan melanjutkan kegiatan serupa ke Kabupaten Bireuen hingga Aceh Tamiang.(*)












