Habapublik.com, Subulussalam : Rasumin Pohan secara resmi terpilih untuk menahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam masa bakti 2025-2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV yang digelar di Daubel O, Kecamatan Simpang Kiri, Rabu (31/12/2025).
Proses pemilihan ini berlangsung dinamis dan mendapat dukungan penuh dari empat Dewan Pimpinan Unit (DPU) kecamatan yang hadir. Keempat perwakilan tersebut berasal dari Kecamatan Simpang Kiri, Rundeng, Sultan Daulat, dan Longkib, yang sepakat menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Rasumin.
Musda dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam, Herwinsyah Putra. Kehadirannya mewakili pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap eksistensi organisasi petani sawit sebagai mitra strategis dalam memajukan sektor perkebunan lokal.
Ketua DPW Apkasindo Aceh, Netap Ginting, yang memimpin langsung jalannya musyawarah, mengapresiasi kekompakan para peserta. Ia menekankan bahwa tantangan petani sawit ke depan akan semakin kompleks, terutama terkait regulasi harga dan tata kelola kebun yang berkelanjutan.
“Harapan kami pengurus baru segera bekerja memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah agar suara petani lebih terdengar,” ujar Netap Ginting.
Sementara itu, Ketua terpilih Rasumin Pohan menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan positif bagi para petani sawit di Subulussalam. Ia berjanji akan fokus pada advokasi kesejahteraan petani dan peningkatan kualitas hasil produksi kelapa sawit rakyat di lima kecamatan.
“Terima kasih atas amanah ini, fokus utama saya adalah memastikan petani sawit kita mendapatkan perlindungan dan edukasi yang layak,” tegas Rasumin Pohan dalam sambutan perdananya.
Disamping itu Ia berharap dukungan kolektif dari seluruh pengurus untuk merealisasikan visi organisasi lima tahun ke depan.
Turut menyaksikan acara tersebut anggota DPRK Subulussalam, Alimsah, serta jajaran pengurus DPW Apkasindo Aceh. Kehadiran berbagai elemen ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai isu perkebunan di Kota Subulussalam.(*)












