Habapublik.com, Blangkejeren : Pemerintah Kabupaten Gayo Lues resmi mengajukan permohonan dispensasi penundaan pembayaran kredit bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat hidrometeorologi.
Permohonan tersebut ditujukan kepada sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan yang beroperasi di wilayah Gayo Lues.
Surat bernomor 590/02/2026 tertanggal 2 Januari 2026, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyebutkan bahwa bencana alam yang melanda daerah tersebut telah melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Kerusakan infrastruktur terjadi hampir di seluruh sektor vital, mulai dari jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan dan pendidikan, rumah ibadah, hingga rumah warga serta lahan perkebunan dan pertanian.
Kondisi tersebut berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat. Banyak warga kini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kewajiban pembayaran cicilan kredit.
“Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap adanya kebijakan keringanan berupa penundaan pembayaran kredit pinjaman nasabah selama dua bulan ke depan, agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan,” demikian tertulis dalam surat resmi tersebut.
Permohonan dispensasi ini ditujukan kepada sejumlah lembaga keuangan, di antaranya Bank BSI, Bank Aceh, BTPN Syariah, Adira Finance, CMD Finance, FIF Group, SMS Finance, KOMIDA, Mekar Syariah, Ulum Syariah, hingga MCF Cabang Gayo Lues.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, yang turut membubuhkan persetujuan dalam dokumen tersebut.
Ketua DPRK Gayo Lues, H. Ali Husin, S.H, menilai kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan negara kepada rakyat di tengah kondisi darurat bencana.
Surat permohonan tersebut menjadi harapan besar bagi ribuan warga Gayo Lues yang kini tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Masyarakat berharap lembaga perbankan dan pembiayaan dapat merespons cepat dengan kebijakan yang humanis demi meringankan beban korban bencana.(*)












