Habapublik.com, Subulussalam : Pembangunan proyek strategis Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di wilayah Kota Subulussalam segera dilaksanakan. Proyek prestisius ini merupakan bagian dari program nasional yang diluncurkan langsung melalui peletakan batu pertama di Kalimantan Selatan baru-baru ini. Pembangunan fisik ini dikerjakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, mengungkapkan bahwa nilai kontrak untuk pembangunan fasilitas pendidikan permanen ini mencapai angka fantastis sebesar Rp.252 Miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Waskita sebagai pemenang tender. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi tonggak kemajuan infrastruktur pendidikan di Pantai Barat Selatan, Aceh.
Dikatannya bahwa proses pengerjaan bangunan diprediksi akan menyerap tenaga kerja yang cukup besar dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan. Setiap harinya, diperkirakan ada sekitar 400 hingga 600 orang yang akan bekerja di lokasi proyek. Hal ini dinilai akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal di sekitar pembangunan.
Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas gedung sekolah permanen ini rampung pada bulan Juli mendatang. Setelah selesai, bangunan tersebut dirancang untuk mampu menampung lebih dari 1.170 murid. Selain siswa, fasilitas ini juga akan diisi oleh ratusan tenaga pengajar profesional.
“Alhamdulillah Subulussalam juga mendapatkan proyek strategis pembangunan Sekolah Rakyat permanen dengan nilai kontrak 252 miliar,” ujar Rasyid Bancin saat di konfirmasi wartawan, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh, hanya Kota Subulussalam dan Kabupaten Nagan Raya yang sudah memulai tahap pengerjaan oleh Waskita. Daerah lain seperti Aceh Singkil dikabarkan masih tertunda karena terkendala persoalan ketersediaan lahan. Hal ini menjadikan Subulussalam sebagai garda terdepan dalam implementasi program pusat tersebut.
Rasyid Bancin menyatakan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga tuntas sesuai jadwal yang direncanakan. Ia menegaskan bahwa latar belakangnya yang berasal dari dunia pendidikan membuat proyek ini menjadi prioritas utama. Pihaknya akan terus memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan dengan lancar.(*)












