Durian Harga Murah Banjiri Takengon

Aman Lulu, salah satu penjual durian di Kota Takengon, tampak sibuk melayani pembeli. Foto: Riyan.

Habapublik.com, Takengon – Di pusat kota Takengon, Aceh Tengah, suasana pasar berubah menjadi pesta aroma durian. Jalanan dipenuhi pedagang yang menata buah berduri itu di lapak sederhana, sementara pembeli sibuk memilih, menimbang, dan menawar. Durian yang biasanya menjadi buah mewah kini hadir dengan harga yang jauh lebih bersahabat.

Aman Lulu, salah satu penjual durian, tampak sibuk melayani pembeli. Ia mengatakan, pada Desember 2025 lalu harga durian masih melambung tinggi, di atas Rp60 ribu per buah. Kini, harga anjlok atau turun drastis.

“Durian besar paling mahal Rp40 ribu, durian kecil ada yang Rp5 ribu, dan yang paling diminati justru ukuran sedang seharga Rp25 ribu. Kalau sedang, cepat habis. Orang suka karena pas di kantong dan pas di rasa,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Durian yang dijual Aman Lulu ia beli dari petani di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Namun bukan hanya dari sana, pasokan durian datang bertubi-tubi dari Bener Meriah hingga daerah lain di luar Aceh. Panen raya serentak membuat pasar dibanjiri durian, dan harga pun tak kuasa bertahan.

Bagi pecinta durian, ini adalah musim terbaik: bisa menikmati legitnya durian dengan harga murah. Tapi bagi pedagang dan petani, banjir durian justru menjadi tantangan.

Mereka harus menjual dengan margin tipis, berharap volume penjualan bisa menutup kerugian dari harga yang jatuh.

Menurut pantauan wartawan Habapublik.com, selama ini Takengon pun seolah berubah menjadi “kota durian”. Di setiap sudut, buah berduri ini menjadi primadona, menghadirkan manisnya panen bagi pembeli, sekaligus pahitnya harga bagi penjual.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *