Habapublik.com, Aceh Singkil – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRK Aceh Singkil ke Bandung, Jawa Barat, berbuntut laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kegiatan yang berlangsung pada 4 hingga 8 Oktober 2026 itu dinilai boros dan tidak sensitif terhadap kondisi keuangan daerah.
Desakan itu datang dari Dewan Pimpinan Pusat Barisan Intelektual Muda Tanah Rencong (DPP BEM-TR). Mereka meminta KPK mengusut tuntas penggunaan anggaran Bimtek yang dilaksanakan tepat setelah pengesahan APBK Perubahan 2026.
Ketua DPP BEM-TR, Muhammad Syariski, membenarkan pihaknya telah menyoroti kegiatan tersebut. Ia mengaku telah mengonfirmasi langsung jadwal keberangkatan kepada Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, melalui pesan WhatsApp. “Iya, tanggal 4 s.d 8 Oktober 2026,” ujar Amaliun dalam konfirmasi tersebut seperti dikutip Syariski.
Syariski menyayangkan lokasi Bimtek yang dipilih di luar Aceh. Menurutnya, di saat pemerintah pusat mendorong efisiensi anggaran, kegiatan peningkatan kapasitas seharusnya bisa dilakukan di dalam daerah untuk menghemat anggaran dan memutar ekonomi lokal.
“Kenapa Bimtek tersebut di Bandung? Bila memang urgent kan bisa dilaksanakan dalam daerah, sehingga anggaran tetap berputar dan bisa membantu ekonomi Aceh Singkil yang sedang tidak baik-baik saja,” kata Syariski, Rabu 7 Oktober 2026.
Ia menegaskan, secara regulasi Bimtek tidak dilarang. Namun, pelaksanaan di luar daerah dinilai kurang efektif, boros, dan minim empati. Apalagi, Aceh Singkil masih menyandang status daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Aceh berdasarkan data BPS.
BEM-TR mencatat ada empat poin desakan kepada KPK RI. Diantaranya meminta KPK mengungkap dugaan penyalahgunaan anggaran secara transparan, mengusut pihak yang terlibat mulai dari pimpinan, anggota hingga sekretariat dewan dan pihak pelaksana.
“Jangan biarkan uang rakyat dijadikan ajang pengkhianatan demi kepentingan pribadi dan kelompok. Pastikan asas kepatutan, transparansi dan akuntabilitas dijalankan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi di lapangan, dari total 25 anggota DPRK Aceh Singkil, sebanyak 24 orang ikut serta dalam Bimtek ke Bandung. Rombongan juga turut didampingi Plt. Sekretaris Dewan dan dua orang warga sipil lainnya.(*)












