Habapublik.com, Sabang – Pembentukan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Sabang diharapkan menjadi wadah profesional bagi para insinyur dalam menjalankan praktik keinsinyuran sekaligus berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Wakil Ketua Umum PII, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono mengatakan, keberadaan PII penting untuk mendukung kemajuan Sabang sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang memiliki kebutuhan besar terhadap pengembangan infrastruktur.
Menurutnya, pembangunan yang dijalankan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) mencakup penataan lingkungan, tata ruang, hingga infrastruktur, yang seluruhnya merupakan bagian dari praktik keinsinyuran.
“PII Kota Sabang diharapkan dapat bersinergi dengan BPKS dalam mendukung pembangunan kota. Sinergi ini juga harus selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota agar program berjalan terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Prof. Agus, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, PII juga perlu mengedepankan pendekatan humanistik. Praktik keinsinyuran, kata dia, tidak semata fokus pada aspek teknis, tetapi turut mempertimbangkan nilai kemanusiaan guna mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Deputi Teknik Pengembangan dan Tata Ruang BPKS, Dr. Fajran Zain, M.A., berharap Musyawarah Cabang (Muscab) pertama PII Kota Sabang mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan aktif berkontribusi bagi pengembangan kawasan.
“BPKS membuka ruang kolaborasi dengan PII agar program-program pengembangan kawasan bisa dijalankan bersama dan saling mendukung,” kata Fajran.
Ia optimistis para insinyur yang tergabung dalam PII memiliki kompetensi dan kapasitas kuat untuk mempercepat pembangunan. Kemitraan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan Sabang secara berkelanjutan.(*)












