Ragam  

BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Ingatkan Masyarakat Potensi Bencana Hidrometeorologi

BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Ingatkan Masyarakat Potensi Bencana Hidrometeorologi. Foto: Dok BMKG.

Habapublik.com, Aceh Tengah – Langit Aceh tengah menyimpan cerita. Di balik awan yang menebal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengingatkan masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi. Peringatan dini ini bukan sekadar data cuaca, melainkan panggilan untuk kembali menyiapkan diri menghadapi alam yang tak pernah bisa ditebak.

BMKG mencatat adanya pola siklonik di perairan barat Aceh. Pola ini membentuk belokan angin (shearline) dan konvergensi, yang menjadi “dapur” bagi awan hujan. Hasilnya, hujan deras, kilat, dan angin kencang berpotensi melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dari Banda Aceh hingga Simeulue, dari Aceh Barat hingga Aceh Timur, semua wilayah masuk daftar siaga pada periode 11–15 Februari dan 16–20 Februari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan. “Informasi ini kami sampaikan agar menjadi perhatian bersama. Masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, maupun angin kencang,” ujarnya dalam surat resmi.

Bagi warga, peringatan ini bukan hal baru. Aceh sudah lama akrab dengan hujan deras yang tiba-tiba, sungai yang meluap, dan jalanan yang tergenang. Namun, setiap peringatan dini selalu membawa pesan yang sama: jangan lengah. Radio lokal, grup WhatsApp desa, hingga pengeras suara masjid kembali menjadi saluran komunikasi darurat, mengingatkan bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *