Habapublik.com, Takengon – Deru mesin alat berat kini menjadi musik pengiring harapan masyarakat Aceh Tengah. Setelah berhari-hari bergelut dengan material longsor dan drainase yang tersumbat, bantuan truk dan alat berat dari Kementerian Dalam Negeri akhirnya turun tangan.
Di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, suara Becho Loader dan Excavator Mini berpadu dengan dentuman Dump Truk yang hilir mudik membawa material. Empat unit truk bekerja tanpa henti, seakan menjadi saksi betapa masyarakat mendambakan jalan yang kembali bersih dan aman.
Kampung Kala Segi di Kecamatan Bintang pun tak kalah sibuk. Satu unit Excavator Mini dan dua Dump Truk bergantian menyingkirkan tanah dan bebatuan.
Sementara di Kampung Gegarang Bintang, alat berat serupa bekerja keras membuka akses yang sempat tertutup.
Di Kampung One-One, Kecamatan Luttawar, satu Becho Loader dan dua Dump Truk menjadi tumpuan warga untuk kembali beraktivitas.
Begitu pula di Kampung Pilar Wih Kiri, Rusip, serta Kampung Tebuk, Pegasing, deru mesin alat berat menjadi tanda bahwa pemulihan sedang berjalan.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Tengah, Iwan Ilham Abdi, menegaskan bahwa seluruh armada kini fokus membersihkan material longsor dan drainase yang terimbas bencana. “Setiap kampung punya cerita, dan alat berat ini hadir untuk membantu mereka bangkit,” ujarnya, Senin 1 Juni 2026.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyambut kehadiran bantuan ini dengan penuh syukur. “Dengan diberikannya alat berat hari ini, tentu masyarakat merasa bahagia. Ini langsung kita kerjakan mulai dari Mendale, Bintang, Ketol, Rusip Antara, dan wilayah lainnya. Semuanya kita bersihkan dengan alat yang diberikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar mesin, kehadiran armada ini menjadi simbol harapan. Setiap tanah yang terangkat, setiap jalan yang kembali terbuka, adalah langkah kecil menuju pemulihan besar.(*)












