Daerah  

Solidaritas Warga Pintu Rime Gayo Hidupkan Kembali Jalan Enang-Enang

Pengurus Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P), Nasri Irsyadi.

Habapublik.com, Takengon – Debu jalan yang tertutup longsor masih menyisakan luka di hati warga. Sudah tujuh bulan berlalu sejak bencana hidrometeorologi menutup akses lintas Tajuk Enang-Enang, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, namun tanda-tanda perbaikan dari pemerintah tak kunjung datang.

Di tengah keheningan birokrasi, suara masyarakat justru semakin lantang. Pengurus Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P), Nasri Irsyadi, menegaskan bahwa jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan nadi kehidupan warga.

“Pemda jangan hanya diam. Warga berhak tahu status jalan ini, jangan dibiarkan menduga-duga,” ujarnya penuh nada kecewa, Sabtu (13/6/2026).

Namun dari kekecewaan itu lahir semangat baru. Syahrial, tokoh masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo, muncul sebagai pelopor. Dengan tangan terbuka, ia mengajak warga bergotong royong membuka kembali jalan yang tertutup longsor.

Bukan dengan alat berat pemerintah, melainkan dengan tenaga, keringat, dan donasi masyarakat. Hari demi hari, dukungan terus mengalir. Kotak donasi yang sederhana kini menjadi simbol harapan.

“Masyarakat semakin banyak berdonasi. Pertanyaannya, apakah Pemda akan terus membiarkan kondisi ini?” tutup Nasri, seakan mewakili kegelisahan seluruh warga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *