Habapublik.com, Banda Aceh – Asrama Haji Aceh siap menyambut kepulangan jemaah haji asal Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 15–30 Juni 2026. Berbagai persiapan telah dirampungkan guna memastikan proses debarkasi berjalan lancar, aman dan nyaman, dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah yang kembali dari Tanah Suci.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Drs H Arijal M Si dalam konferensi pers mengatakan, Kloter pertama, BTJ-01, dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Senin malam, 15 Juni 2026.
“Saat ini seluruh tahapan pemulangan sedang berlangsung setelah jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan menjalani proses perpindahan dari Makkah ke Madinah. Adapun Jemaah Haji yang telah sampai Madinah berjumlah 2.737 jemaah yang terdiri dari Kloter BTJ 02 sampai BTJ 08,” ujar Arijal yang juga Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Senin (15/6/2026).
Arijal menyampaikan, berbagai persiapan telah disiapkan untuk menyambut tamu Allah yang akan tiba di tanah air, mulai fasilitas dan layanan pendukung lainnya. Persiapan juga meliputi pengecekan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, pengujian kualitas air, sanitasi, hingga pelaksanaan fogging untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kawasan asrama.
Jemaah Kloter BTJ-01 berangkat dari melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah menuju Aceh, sedangkan Kloter BTJ-02 sampai BTJ-14 dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menuju tanah air.
Ia menjelaskan, setelah tiba di Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, jemaah akan menuju Asrama Haji untuk mengikuti prosesi pelepasan sebelum kembali ke daerah masing-masing. Berbeda dengan saat keberangkatan, sebagian besar jemaah pada fase kepulangan biasanya langsung melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Untuk mendukung kebutuhan jemaah, Asrama Haji Aceh menyediakan fasilitas ibadah berupa ruang salat bagi jemaah perempuan di Gedung Jeddah dan jemaah laki-laki di Gedung Grand Misfalah. Fasilitas tersebut disiapkan bagi jemaah yang tiba di asrama bertepatan dengan waktu salat.
Selain itu, tersedia pula fasilitas istirahat bagi jemaah yang masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara maupun laut menuju daerah asal masing-masing.
“Jemaah dari daerah yang jauh seperti Aceh Tenggara atau yang harus menyeberang ke wilayah kepulauan seperti Simeulue dan Sabang biasanya membutuhkan waktu tunggu lebih lama. Karena itu, kamar dan fasilitas pendukung tetap kami siapkan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Berdasarkan jadwal penerbangan, Kloter BTJ-01 bertolak dari Jeddah pada pukul 08.30 Waktu Arab Saudi dan diperkirakan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda pukul 20.50 WIB pada Senin (15 Juni 2026). Selanjutnya, jadwal kedatangan jemaah haji Aceh adalah Kloter BTJ-02 pada 16 Juni, BTJ-03 pada 18 Juni, BTJ-04 pada 19 Juni, BTJ-05 pada 20 Juni, BTJ-06 pada 21 Juni, dan BTJ-07 pada 22 Juni 2026.
Kemudian Kloter BTJ-08 dijadwalkan tiba pada 23 Juni, BTJ-09 pada 24 Juni, BTJ-10 pada 25 Juni, BTJ-11 pada 26 Juni, BTJ-12 pada 27 Juni, BTJ-13 pada 29 Juni, serta BTJ-14 pada 30 Juni 2026.
Dengan jadwal tersebut, proses pemulangan jemaah haji Aceh melalui Debarkasi Banda Aceh akan berlangsung selama 16 hari hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kepala BKK Kelas 1 Banda Aceh Ali Isha Wardana SKM MKM, Kepala UPT Asrama Haji Irsyadi SE AK M Si, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, SKM, M Kes, Kasatlantas Polresta Banda Aceh Kompol Mawardi SE MM, General Manajer Garuda Indonesia Aceh Jufriandi. (*)












