Ragam  

TP PKK Kecamatan Simpang Kiri Galakkan Program Hllirisasi Pangan Lokal

TP PKK Kecamatan Simpang Kiri Galakkan Program Hllirisasi Pangan Lokal. Foto: Juan B.

Habapublik.com, Subulussalam – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Simpang Kiri terus menggalakkan program hilirisasi pangan lokal di tingkat desa. Langkah ini direalisasikan melalui pembinaan berkala serta praktik langsung pengolahan komoditas pertanian menjadi produk camilan yang bernilai ekonomis tinggi.

Fokus pembinaan kali ini diarahkan pada pemanfaatan ubi talas sebagai bahan baku utama pembuatan keripik. Kegiatan pelatihan teknis dan standardisasi mutu produksi tersebut dipusatkan di Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, dengan menyasar kelompok perempuan dan pelaku usaha rumahan.

Ketua TP-PKK Kecamatan Simpang Kiri, Leniati, menjelaskan bahwa intervensi pembinaan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas warga dalam mengolah potensi pertanian di sekitar mereka. Melalui sentuhan inovasi rasa dan higienitas proses produksi, komoditas talas yang awalnya bernilai rendah dapat dikonversi menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi kaum perempuan di desa agar lebih produktif. Melalui pelatihan pengolahan keripik talas ini, kami berharap lahir produk-produk UMKM unggulan dari Desa Pegayo yang mampu bersaing di pasar lokal maupun luar daerah,” ujar Leniati di sela-sela kegiatan praktik pengolahan, Rabu (24/6/2026).

Potensi serapan pasar untuk produk turunan talas ini dinilai cukup menjanjikan jika dikelola secara konsisten. Salah seorang pelaku usaha binaan di Desa Pegayo, Mariani, mengungkapkan bahwa dirinya telah menekuni usaha pembuatan keripik talas ini selama tiga tahun terakhir dengan mengandalkan pasokan bahan baku dari pasar tradisional sekitar.

“Setiap minggu saya membeli sekitar 50 hingga 60 kilogram ubi talas dari pedagang langganan di pasar harian dan mingguan Kota Subulussalam. Untuk varian rasa keripik yang diproduksi saat ini ada original, pedas, asin, serta pedas manis. Pemasarannya sudah masuk ke toko-toko grosir dengan harga jual relatif terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 per kemasan,” kata Mariani terperinci.

Aktivitas pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak otoritas kecamatan. Camat Simpang Kiri, Ramadhan, menyatakan bahwa pemerintah kecamatan siap mengawal keberlanjutan usaha mikro tersebut, terutama dalam hal penguatan legalitas usaha dan perluasan jejaring pasar dagang.

“Inovasi seperti yang dilakukan di Desa Pegayo ini harus kita dukung bersama. Pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu para pelaku usaha dalam hal pengurusan izin edar, sertifikasi halal, hingga perbaikan kemasan agar nilai jual keripik talas ini bisa naik kelas,” pungkas Ramadhan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *