Habapublik.com, Takengon – Setelah hampir seminggu terisolasi, masyarakat Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, bergotong royong membangun kembali jembatan apung. Pembangunan jembatan dengan dana Rp25 juta hasil donasi masyarakat ini menjadi harapan warga untuk memulihkan akses penghubung antarwilayah.
Reje Kampung Reje Payung, Sejahtra, menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang membantu pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada orang-orang baik yang telah mendonasikan sebagian rezekinya untuk pembangunan jembatan kami ini,” ujar Sejahtra kepada wartawan, Jumat 27/6/2026.
Menurutnya, jembatan apung yang dibangun tersebut merupakan yang kedua kali. Jembatan sebelumnya dibangun oleh para relawan delapan bulan lalu, namun kini kondisinya rusak total akibat bencana.
“Alhamdulillah, berkat donasi ini kami kembali membangun jembatan apung seperti sebelumnya,” katanya.
Jembatan apung itu menjadi satu-satunya akses bagi warga Reje Payung dan desa tetangga untuk menuju wilayah seberang sungai. Hingga saat ini, jembatan permanen belum tersedia di kampung tersebut.
“Jembatan merupakan denyut nadi warga di sini. Tanpa jembatan, kami tidak bisa melakukan apa pun karena letak wilayah kami berada di seberang sungai,” ungkap Sejahtra.
Reje Payung merupakan salah satu dari empat desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat yang terdampak paling parah bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Bencana itu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menyebabkan rumah warga, sawah, dan perkebunan hilang.
Hingga kini, kondisi warga dinilai masih memprihatinkan. Sejumlah fasilitas dasar, termasuk jembatan dan infrastruktur lain, belum mendapat penanganan dari pemerintah.
Sejahtra berharap pemerintah segera serius menangani dampak bencana di wilayahnya agar warga dapat bangkit dari keterpurukan.
“Kami berharap pemerintah betul-betul serius menangani bencana ini agar nasib warga tidak terlalu sulit untuk bangkit,” tutupnya.(*)












