Habapublik.com, Redelong – Di balik derasnya arus kendaraan yang mulai kembali melintas di Jalan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, tersimpan kisah kebersamaan yang menghangatkan hati.
Pasca bencana alam 26 November 2025 yang sempat memutus jalur penghubung Takengon–Bireuen, warga bahu-membahu menggalang donasi demi memulihkan akses vital tersebut.
Hingga kini, total sumbangan yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.081.939.500. Dari jumlah itu, Rp526.439.000 telah digunakan untuk mendukung pekerjaan perbaikan darurat, sementara saldo Rp555.500.000 masih tersedia untuk pembangunan lanjutan.
Sahrial Abadi, sosok yang dikenal sebagai penggagas sekaligus pelopor perbaikan darurat Jembatan Enang-Enang, menuturkan bahwa keberhasilan pemulihan ini tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat.
“Partisipasi warga menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Jalan dan jembatan ini bukan hanya akses transportasi, tetapi juga simbol kebersamaan dalam menghadapi bencana,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial.
Lebih dari sekadar memperbaiki jalan, masyarakat berharap sisa dana dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas penunjang. Tempat wudu, mushala, saluran air, hingga area berteduh dan dipan untuk beristirahat serta bersilaturahmi menjadi harapan yang ingin diwujudkan bersama.
Kini, Jalan Enang-Enang kembali difungsikan secara terbatas. Arus kendaraan roda dua maupun roda empat mulai melintas, merasakan perbaikan yang dilakukan secara swadaya. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah kini jauh lebih baik, terutama di kawasan Jembatan Enang-Enang yang menjadi ikon jalur tersebut.
Bagi warga, setiap rupiah yang terkumpul bukan sekadar angka. Ia adalah wujud kepedulian, semangat kebersamaan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Jalan Enang-Enang pun berdiri bukan hanya sebagai jalur transportasi, melainkan sebagai simbol persatuan masyarakat Bener Meriah dalam menghadapi cobaan.(*)












