Daerah  

Menanti Pulang ke Rumah, 148 Kasur Bantuan BNPB Kembali Mengalir untuk Warga Huntara Pining

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, ST., M.Ec.Dev.,

Habapublik.com, Blangkejeren – Rumah boleh belum kembali berdiri, tetapi perhatian pemerintah kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues terus mengalir. Di Kecamatan Pining, bantuan kembali tiba untuk masyarakat yang hingga kini masih menjalani hari-hari mereka di hunian sementara (huntara).

Sebanyak 148 kasur besar bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didistribusikan kepada warga terdampak bencana di tiga kampung di Kecamatan Pining, Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gayo Lues di bawah koordinasi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Surya Darma, S.Kom.

Bagi sebagian orang, kasur mungkin hanya menjadi perlengkapan rumah tangga biasa. Namun bagi keluarga yang masih tinggal di huntara setelah kehilangan atau harus meninggalkan rumah akibat bencana, bantuan itu memiliki arti berbeda: tempat untuk beristirahat setelah melewati hari-hari panjang dalam kondisi serba terbatas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, ST., M.Ec.Dev., mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan BNPB yang disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai dengan data dan kebutuhan di lapangan.

“BPBD Kabupaten Gayo Lues dalam hal ini melaksanakan penyaluran bantuan yang bersumber dari BNPB kepada masyarakat terdampak bencana. Kami memastikan bantuan tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Muhaimini.

Tiga Kampung, 148 Kasur

Di Kecamatan Pining, distribusi dilakukan ke tiga kampung. Kampung Pining menerima 40 unit kasur, Kampung Ekan 29 unit, sedangkan Kampung Pepelah mendapatkan 79 unit.

Distribusi ke Pining sekaligus melanjutkan rangkaian penyaluran bantuan BNPB yang sebelumnya telah dilakukan BPBD Gayo Lues di enam kecamatan lainnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.512 unit kasur besar telah didistribusikan. Dengan tambahan 148 unit di Pining, total kasur besar bantuan BNPB yang telah disalurkan melalui BPBD Gayo Lues mencapai 1.660 unit.

Jumlah tersebut menggambarkan luasnya kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam fase pemulihan pascabencana.

Bukan Sekadar Kasur

Di tengah proses pemulihan yang membutuhkan waktu panjang, kebutuhan dasar masyarakat di huntara menjadi perhatian penting.

Warga yang sebelumnya memiliki rumah, tempat tidur, dapur dan ruang keluarga sendiri, kini harus menyesuaikan diri dengan kehidupan di hunian sementara.

Karena itu, setiap bantuan yang datang bukan sekadar barang yang dibagikan. Ada pesan bahwa masyarakat terdampak tidak dilupakan dan proses pemulihan masih terus berjalan.

Muhaimini mengatakan BPBD akan terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.

“Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. Kami berharap bantuan dari BNPB ini dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di hunian sementara,” katanya.

BPBD Gayo Lues juga terus berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menunggu Hari untuk Kembali Pulang

Bagi warga Pining yang masih tinggal di huntara, bantuan kasur mungkin tidak serta-merta menghapus seluruh kesulitan yang mereka hadapi. Namun setidaknya, malam yang mereka lewati di hunian sementara kini diharapkan menjadi sedikit lebih nyaman.

Sebab di balik setiap kasur yang didistribusikan, ada keluarga yang sedang menunggu satu hal yang sama: kembali memiliki rumah dan menjalani kehidupan seperti sebelum bencana datang.

Sampai hari itu tiba, bantuan dan perhatian pemerintah menjadi bagian dari perjalanan panjang warga Gayo Lues untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *