Habapublik.com, Sabang – Pengajuan visa bagi jamaah haji Kota Sabang yang akan berangkat pada musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi mulai dilakukan secara digital.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sabang, H. Ghazali, mengatakan proses tersebut dilakukan melalui aplikasi Bio Visa Saudi Arabia dengan merekam data biometrik jamaah.
“Di situ ada foto wajah, sidik jari, dan foto paspor, sehingga paspor jamaah tidak perlu lagi dibawa ke Jakarta. Cukup dengan aplikasi tersebut data jamaah sudah terekam,” ujar H. Ghazali, kepada wartawan, Senin (31/8/2026)
Saat ini, sebanyak 29 jamaah reguler yang masuk dalam daftar keberangkatan mulai menjalani proses pengajuan visa. Jamaah dipanggil secara bertahap ke kantor untuk mendapatkan pendampingan dalam melakukan perekaman data.
Menurut H. Ghazali, proses biometrik tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama bagi setiap jamaah. Beberapa jamaah dapat menyelesaikannya dengan cepat, sementara lainnya membutuhkan waktu lebih lama karena kendala jaringan maupun proses perekaman sidik jari dan foto wajah.

Selain pengajuan visa, kelengkapan paspor juga telah dipersiapkan. Jamaah yang belum memiliki paspor sebelumnya telah difasilitasi melalui pelayanan dari pihak imigrasi.
Ghazali mengatakan, Paspor menjadi salah satu dokumen penting dalam proses pengajuan visa karena data dan nomor paspor harus dimasukkan ke dalam sistem.
Digitalisasi proses pengajuan visa dinilai mempermudah persiapan administrasi jamaah. Data biometrik dapat direkam dari daerah sehingga jamaah tidak perlu lagi menjalani proses pengumpulan paspor secara langsung ke Jakarta.
Kementerian Haji dan Umrah Kota Sabang menargetkan seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan secara bertahap, sehingga jamaah memiliki kesiapan dokumen sebelum memasuki tahapan keberangkatan.(*)












