Kepala KUA Baitussalam Diserahterimakan dari Hamdani kepada DR M Ridha

Kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Baitussalam Aceh Besar menggelar kegiatan pisah sambut kepala dari pejabat lama Hamdani SAg kepada pejabat baru DR M Ridha SHi MA di Kajhu, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok Kemenag Aceh Besar

Habapublik.com, Aceh Besar – Kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Baitussalam Aceh Besar menggelar kegiatan pisah sambut kepala dari pejabat lama Hamdani SAg kepada pejabat baru DR M Ridha SHi MA di Kajhu, Kamis (17/9/2026).

M Ridha sebelumnya bertugas di kawasan terluar dan terdepan, memimpin KUA Pulo Aceh selama 7 tahun 10 bulan, sedangkan Hamdani mendapat uamanah sebagai kepala KUA Ingin Jaya di Lambaro.

Selama bertugas di Pulo Aceh membawa keberkahan tersendiri untuk Doktor Ridha, di balik tantangan yang penuh dinamika mengarungi samudra melayani masyarakat antar pulau, kadang di Pulo Nasi kadangkala di Pulo Breuh dan Pulo Teunom.

Dibalik tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan “menteri agama” Pulo Aceh, Ridha telah menyelesaikan studi strata 3 dalam jangka waktu 3,5 tahun dengan sidang desertasi pada program pasca sarjana UIN Ar Raniry dengan meraih predikat cumlaude.

“Sosok ASN seperti ini menjadi spirit untuk ASN lainnya agar mampu berbagi waktu dan tanggung jawab,”ungkap Kasi Bimas Islam Kankemenag Aceh Besar H Khalid Wardana, yang hadir pada prosesi pisah sambut.

Ada kebanggaan tersendiri bagi M Ridha, dengan kolaborasi dan kemitraan yang di bangun dengan berbagai unsur, di saat akan melepaskan jabatan sebagai kepala KUA telah di bangun kantor KUA Pulo Aceh berlokasi di gampong Lampuyang yang akan di resmikan dalam waktu dekat.

Dalam sambutannya H Khalid Wardana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah kecamatan Baitussalam dan semua gampong di Baitussalam.

“Tanpa dukungan tokoh dan pemerintah gampong, tentu layanan KUA tidak bisa maksimal,”ucapnya saat sambutan lepas sambut kepala KUA Baitussalam.

Ia menegaskan tahun 2027, pembangunan gedung baru KUA Baitussalam akan dilaksanakan. Keberadaan KUA ini juga untuk kepentingan masyarakat setempat, maka mohon dukungan lebih lanjut supaya KUA baru cepat selesai dan bisa digunakan.

“Luar biasa lepas sambut kepala di KUA Baitussalam, sebab bisa hadirkan banyak tokoh penting di tingkat kecamatan, termasuk keuchik. Ini bukti selama ini KUA membangun komunikasi yang bagus dengan lintas sektoral,” ujar Kasi Bimas Islam Kankemenag Aceh Besar.

Khalid Wardana menyebutkan selama ini KUA dikenal hanya sebagai kantor asmara, tempat orang menikah. Padahal fungsi KUA lebih luas. Karenanya, perlu disosialisasikan bahwa KUA memiliki banyak layanan, bukan hanya layanan nikah dan rujuk.

“KUA ibarat Menteri Agama di kecamatan, artinya menangani bukan cuma nikah, tapi ada layanan pengukuran arah kiblat, sertifikat halal, pemberdayaan ekonomi, dan wakaf,” ujar Khalid Wardana.

Lebih lanjut di harapkan kepada aparatur gampong, jika ada konflik rumah tangga di gampong dapat dimediasi terlebih dahulu secara adat dan kekeluargaan. Jika tidak tuntas baru dibawa ke KUA. Oleh sebab itu peran semua pihak sangat penting dalam menjaga ketahanan rumah tangga, supaya angka perceraian di Aceh Besar dapat menurun.

“Mohon keuchik dan tokoh masyarakat memungsikan peradilan adat atau melakukan mediasi konflik rumah tangga hingga mencapai islah,” harapnya.

Ke depan, kata Khalid Wardana, sumber daya manusia (SDM) KUA Baitussalam bisa terus diberdayakan. Selama ini sudah maksimal, tapi ke depan mesti ada inovasi. Apalagi Baitussalam daerah perkotaan.

“Mohon abdi sipil negara (ASN) KUA lebih maksimal bekerja demi melayani publik. ASN harus terus mempertahankan prestasi, kedispilin, dan memberikan kemudahan kepada masyarakat,”pintanya.

Adapun kegiatan lepas sambut dan antar tugas kepala KUA Baitussalam berlangsung meriah dan hadiri oleh Camat, Kapolsek, Danramil, kepala puskesmas, imum mukim, MPU, MAA dan seluruh keuchik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *