Bidik Pasar Aceh hingga Nasional, Dekranasda Aceh Singkil Promosikan Wastra dan Kerajinan Lokal

Dekranasda Kabupaten Aceh Singkil mempromosikan produk unggulan UMKM dan kerajinan lokal dalam Meuseuraya Festival 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Aula Balee Meuseuraya Aceh, 22–25 Oktober 2026. (Foto: Prokopim)

Habapublik.com, Banda Aceh: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Singkil mempromosikan produk unggulan UMKM dan kerajinan lokal dalam Meuseuraya Festival 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Aula Balee Meuseuraya Aceh, 22–25 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”.

Dekranasda Aceh Singkil menampilkan beragam produk khas, mulai dari bordir kain motif pucuk rebung, kasab sulam manik, taplak meja makan, sandaran kursi, hingga batik hasil kerja sama dengan Rumah Batik Aceh Dekranasda Provinsi Aceh. Produk-produk tersebut merupakan karya pengrajin lokal, termasuk perajin bordir dari Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, serta perajin sulam dari Kecamatan Kuala Baru. Produk Aceh Singkil turut dipamerkan bersama kerajinan daerah lainnya pada stan yang difasilitasi Bank Indonesia.

Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Singkil, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, mengatakan keikutsertaan dalam festival ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan motif, keterampilan, dan kreativitas perajin lokal kepada pasar yang lebih luas.

“Kami ingin kerajinan Aceh Singkil semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di pasar Aceh dan nasional. Produk lokal kita memiliki kekhasan budaya dan nilai seni yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, promosi kerajinan harus berjalan seiring dengan peningkatan p produk, inovasi desain, dan penguatan daya saing agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Ke depan, kami mendorong para perajin dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi, menjaga mutu, serta mengembangkan desain tanpa meninggalkan identitas budaya Aceh Singkil,” katanya.

Melalui partisipasi dalam Meuseuraya Festival 2026, Dekranasda Aceh Singkil berharap semakin terbuka peluang kemitraan, perluasan pemasaran, dan peningkatan kesejahteraan para perajin lokal.

“Kami optimistis kerajinan Aceh Singkil mampu menembus pasar yang lebih luas, menjadi kebanggaan daerah, sekaligus mengangkat warisan budaya sebagai kekuatan ekonomi kreatif. Dari karya lokal, kita bangun peluang menuju pasar nasional,” tutupnya.

Meuseuraya Festival 2026 ini diikuti Dekranasda kabupaten/kota dan pelaku UMKM se-Aceh sebagai ajang promosi, pelestarian budaya, serta perluasan akses pasar bagi produk kerajinan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *