Habapublik.com, Tapaktuan – Beberapa Gampong di Kecamatan Trumon Tengah Aceh Selatan kembali terendam banjir. Banjir Kiriman yang kerap terjadi disaat intensitas hujan yang cukup tinggi melanda kawasan tengah dan barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mencatat sebanyak 597 jiwa dari 165 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda sejumlah gampong di Kecamatan Trumon Tengah Aceh Selatan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, Mudatsir ZA, mengatakan banjir terjadi akibat meningkatnya debit air kedua sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Aceh Selatan dan daerah lainnya di Provinsi Aceh.
” Banjir masih menggenangi Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah. Sementara banjir di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, dilaporkan telah surut,” kata Mudatsir ZA kepada Habapublik.com, Sabtu, 31/10/2026.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas, ketinggian air di Gampong Lhok Raya mencapai 20 hingga 45 sentimeter pada badan jalan. Sementara genangan di dalam rumah warga berkisar antara 15 hingga 20 sentimeter.
Sedangkan di Gampong Cot Bayu, ketinggian air yang menggenangi badan jalan berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter. Adapun genangan di rumah warga mencapai 15 hingga 45 sentimeter.
Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat terganggu. Kendaraan roda dua sulit melintasi ruas jalan yang terendam, sementara akses dilaporkan hanya dapat dilalui kendaraan roda empat.
” Data sementara, banjir di Gampong Lhok Raya berdampak terhadap 159 KK atau 560 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 KK atau 106 jiwa terpaksa mengungsi ke Markas Kompi C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh di Trumon, ” kata Mudatsir ZA.
Ia juga mengatakan, para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk lima lanjut usia (lansia), sembilan balita, empat bayi, dan 17 anak-anak.
Sementara itu, di Gampong Cot Bayu, banjir berdampak terhadap 30 KK atau 120 jiwa. Sebanyak 16 KK atau 77 jiwa dilaporkan mengungsi akibat rumah mereka terendam.
Dari jumlah tersebut, enam KK atau 37 jiwa mengungsi ke tempat pengungsian sementara (TPA), sedangkan 10 KK atau 40 jiwa memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Selain Trumon Tengah, banjir sebelumnya juga merendam 21 rumah warga di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, yang dihuni 21 KK atau 82 jiwa.
Namun, berdasarkan hasil pemantauan terakhir, genangan air di kawasan tersebut telah surut sehingga aktivitas masyarakat mulai kembali berlangsung.
” Banjir yang melanda sejumlah gampong tidak hanya merendam permukiman warga dan mengganggu akses transportasi, tetapi juga berdampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan masyarakat, ” kata Mudatsir ZA.
Genangan air yang merendam kebun dan lahan pertanian berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kedua sektor tersebut.
Meski demikian, BPBD Aceh Selatan belum merinci luas lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak maupun nilai kerugian akibat banjir.
Mengingat risiko genangan meningkat apabila debit air sungai terus bertambah, menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat hujan masih mengguyur sejumlah wilayah.
Menurutnya peningkatan debit air Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya berpotensi menyebabkan genangan semakin meluas apabila hujan terus berlangsung.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari, terhitung mulai Jumat, 30 Oktober 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 752 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor.
Keputusan itu ditandatangani Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, pada Jumat, 30 Oktober 2026, setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak dan menerima laporan perkembangan penanganan bencana.(*)












