Habapublik.com, Lhokseumawe: Sekedar kebiasaan membantu orang tua, mamak kandung pada masa kanak kanak, ternyata menjadi alternatif untuk menambah penghasilan bagi seseorang pelaku UMKM, sehingga mampu bangkit keterpurukan Ekonomi.
Seperti inilah cerita, salah seorang Ibu Rumah Tangga bernama Muliza, sebagai Pelaku (UMKM) Rumah Produksi Timphan Mamak di kota Lhokseumawe.
,”Selogan kami pak PEunajoh Aceh yang bikin Rindu Mama, Kebiasaan membantu mamak kandung sedari kecil di tambahan resep srikaya khas dari mertua,“ Kata Muliza.
Tentu siapa yang tidak kenal jenis hidangan khas Aceh Timphan yang dibuat 1 atau 2 hari sebelum lebaran ( Idul Fitri maupun Idul Adha) dengan daya tahan mencapai lebih kurang seminggu.
“Kebetulan setiap mau lebaran saya selalu suka bantu mamak, mulai siapkan adonan hingga proses akhir jadi tim pham diajari oleh mamak, inilah bekal awal yang bisa saya manfaatkan untuk mencari rezeki, bisa buat tim pham,:kata Muliza Kepada habapublik.com, Selasa (23/7/2024).
Awalnya ia tidak berfikir untuk mencoba memanfaatkan ilmu di dapat dari orang tua semasa kecil nya, akan tetapi dalam kondisi kesukitan ekonomi ia mulai terobsesi untuk memulai usaha jualan Tim pham.
”Waktu saya mulai usaha produksi rumah timphan mamak, sesudah menikah punya anak mengalami kesulitan ekonomi, muncul ide saya coba buat usaha buat timphan yang kini jadi mata pencaharian keluarga saya,”ujarnya.
Berkat kegigihan untuk bangkit dari keterpurukan ia memulai memperkenalkan produk adonan timpham mamak yang mengunakan bahan lembut dan berbeda rasa dilidah, diantaranya percobaan penjualan via online dimedia sosial.
Selain rasa srikaya dan kelapa juga mencoba memadukan beberapa varian rasa seperti coklat keju stroberi & blueberry dengan 3 varian adonan yaitu labu kuning, ketela ungu dan pisang.
“Timphan Mamak kini menjadi oleh-oleh khas Lhokseumawe yang sudah di bawa ke beberapa Negara sebagai oleh-oleh dari pengunjung sebagai buah tangan, “tuturnya berpromosi.
Meski demikian ia juga terpaksa menolak pesanan mendadak, akan tetapi ia menyanggupi menerima pesanan dari warga terdekat untuk dijadikan buah tangan dikirim kepada kerabat dan sanak saudara di luar daerah.
”Kalo pesanan ambil sekarang itu alasannya karena Timphan kita gak restok (tidak buat dalam jumlah yang banyak) hanya buat sesuai pesanan, jadi memang diwajibkan untuk pesan lebih awal semuanya proses baru usahakan agar kualitas terbaik,“
Tanpa menggunakan bahan pengawet Timpham produksi rumah mamak ini, hanya bisa bertahan kualitasnya paling lama 4 atau 5 hari.
Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli di pasar.
”Banyak ungkapan pribahasa dengan kata Timphan diantaranya yaitu ”Uroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasa,“ yang artinya Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasakan.(*)












