Ragam  

Gempabumi Tektonik M5,8 di Pantai Barat Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempabumi Tektonik M5,8 di Pantai Barat Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Habapublik.com, Banda Aceh: Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Aceh Besar, Aceh diguncang gempa tektonik, Minggu (13/10/2024) pukul 14.01 Wib.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6,”ujar Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin, S.Si., M.Sc.

Menurutnya, Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,28° LU ; 94,26° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 121 Km arah barat daya Kota Banda Aceh, Aceh pada kedalaman 43 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Andi Azhar gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ),”jelas Andi Azhar secara tertulis yang diterima redaksi Habapublik.com.

Ia menerangkan, Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Banda Aceh dan Aceh Besar dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Sabang dan Pidie dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), dan Pidie Jaya dan Bireuen dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

“Hingga pukul 14.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ),”tutur Andi Azhar.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *