Ragam  

Perusahaan IT Malaysia Jajaki Potensi Digitalisasi Bisnis di Sabang

Rombongan Perusahaan IT Malaysia dan Indonesia foto bersama dengan unsur BPKS Sabang dan Kadin Sabang saat berkunjung ke Sabang, Sabtu (12/10/2024). Foto/Kadin Sabang

Habapublik.com, Sabang : Rombongan Usaha “Semua Pay Malaysia” dan “Semua Pay Indonesia” berkunjung ke BPKS Sabang. Kunjungan lapangan untuk melihat langsung potensi yang dipaparkan oleh Deputi Komersil BPKS , Dr Jeliteng Pribadi , di Kantor BPKS perwakilan Sabang, Banda Aceh, Sabtu (12/10/2024).

Dalam kegiatan itu turut hadir Direktur Eksekutif Kadin Kota Sabang Dedy Kurniawan Lubis yang menyampaikan kunjungan ini merupakan peluang yang baik, dan harus menjadi atensi BPKS Sabang. Karena Sabang adalah kota wisata yang harus didukung juga dengan digitalisasi sebagai pusat informasi bagi wisatawan lokal dan macanegara.

Menurutnya, Banyak pelaku usaha Hotel, transportasi, kuliner dan umkm lainnya yang akan merasakan manfaat dengan digitalisasi ini. Sebagai contoh, Dedy menyebutkan wisatawan di hari libur, hari-hari besar akan melonjak kunjungan wisatawan tetapi ketika hari biasa hanya pelaku usaha yang sudah memilki brand ternama saja yang mendapatkan orderan atau income dari wisatawan.

“Semua Pay adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi ini akan sangat membantu kepariwisataan Sabang dengan cara menjadikan satu flatform berbentuk digital untuk tempat berkumpulnya pelaku usaha dan pencari informasi mengenai wisata Sabang..

Jadi pelaku usaha yang tidak ternama atau letaknya yang tidak strategis akan lebih semangat untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui platforn digital akan terjadi persaingan bisnis yg sehat, pelaku usaha akan meningkatkan layanan dan fasilitas

Rombongan delegasi Semua Pay Malaysia hadir ke Sabang dalam rangka melihat langsung seperti apa sesungguhnya potensi real yang dapat ditingkatkan dengan pendekatan pengelolaan berbasis digital.

Sebagaimana diketahui bahwa dengan menggunakan platform on-line akan menjadi *loophole* atau jalan keluar yang selama ini terlalu fokus pada kesempurnaan infrastruktur. Sehingga potensi tempatan yang besar yang sangat ekonomis tidak dapat dioptimalkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *