Habapublik.com, Sabang : Pj Wali Kota Sabang, Andri Nourman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Sabang untuk memastikan ketersediaan dan distribusi beras bagi masyarakat. Dalam kunjungannya, ia menyoroti kebijakan terkait penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.
Ia mengatakan bahwa koordinasi dengan Bulog sangat penting untuk menentukan teknis pendistribusian beras agar tetap menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan masyarakat. Sebelumnya, Bulog mendistribusikan beras SPHP ke para pengecer di pasaran, namun untuk tahun 2025, Bulog Sabang masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai kapan pendistribusian bisa dimulai.
“Kemungkinan hal ini juga terkait dengan musim panen padi para petani. Bulog harus menjaga keseimbangan harga gabah yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya, Jumat (28/02/2025).
Menurutnya, penghentian impor beras bertujuan untuk meningkatkan harga gabah di tingkat petani. Jika kebijakan ini diterapkan, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani dan mendukung swasembada pangan agar kebutuhan beras nasional terpenuhi dari hasil pertanian dalam negeri.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Sabang, Hanafiyah, menjelaskan saat ini stok beras yang tersedia di gudang mencapai 423 ton 880 kilogram. Ia memastikan bahwa pasokan beras akan terus dikirim ke Sabang dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga hingga empat bulan ke depan.
“Kami terus memantau dan mengelola stok agar tetap stabil serta siap mendistribusikannya sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” kata Hanafiyah.
Dengan langkah sidak ini, Pj Wali Kota Sabang berharap ketersediaan dan harga beras di Sabang tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pokok mereka.(*)












