Ragam  

Cuaca Buruk, Pelayaran Kapal Cepat Lintasan Ulee Lheue-Balohan Dibatalkan

Kapal cepat Express Bahari.

Habapubllik.com, Sabang: Gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Selat Malaka bagian barat menyebabkan pembatalan sebagian jadwal pelayaran kapal cepat Express Bahari. Dari tiga trip yang dijadwalkan, hanya satu keberangkatan yang berhasil berangkat yakni dari Sabang ke/dari Banda Aceh pukul 08.00 WIB pagi.

Kepala PT Pelayaran Sakti Inti Makmur Sabang, Rudy mengatakan keberangkatan pukul 10.00 WIB dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Sabang dibatalkan lebih awal karena cuaca tidak memungkinkan.

Demikian pula dua jadwal sore dari Pelabuhan Balohan Sabang menuju Banda Aceh pukul 14.30 WIB dan 16.30 WIB juga turut dibatalkan.

“Keberangkatan pagi dari Sabang jam 08.00 tetap jalan. Tapi trip jam 10.00 dari Banda Aceh dibatalkan. Begitu juga dua jadwal sore dari Sabang, 14.30 dan 16.30, semuanya off,” kata Rudy Minggu (20/7/2025).

Menurut Rudy, pihaknya sempat menunggu perkembangan cuaca hingga menjelang sore. Namun kondisi gelombang tetap tinggi dan angin kencang membuat pelayaran tidak dapat dilanjutkan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di perairan barat Aceh termasuk Selat Malaka bagian utara berkisar antara 3 hingga 4 meter, disertai angin dengan kecepatan lebih dari 25 knot.

“Kondisi ini masuk kategori bahaya bagi pelayaran kapal cepat yang memiliki bobot lebih ringan daripada kapal lambat (roro),” jelasnya.

Terkait tiket dan penumpang, Pihaknya juga mengarahkan para penumpang tersebut agar sekiranya menggunakan moda tranpsportasi laut lainnya, yakni kapal roro untuk Kembali ke daratan Aceh.

“Prosedur tetap seperti sebelumnya bg. Pengembalian 100 persen bagi yang sudah beli tiket online atau di loket. Semua penumpang kita arahkan naik ke kapal lambat aja,” terangnya.

Situasi ini bukan pertama kali terjadi pekan ini. beberapa hari sebelumnya, kapal cepat Express Bahari pada trip kedua dari Sabang sempat berlayar sekitar 40 menit sebelum akhirnya balik haluan ke dermaga dua Pelabuhan Balohan. Keputusan putar balik diambil akibat gelombang tinggi dan angin kencang di tengah pelayaran menuju daratan Aceh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *