Petani Nilam di Sabang Harap Harga Minyak Stabil Kembali

Seorang petani Nilam di Gampong Bateshok, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang. Foto/Dok Redaksi.

Habapublik.com, Sabang: Harga minyak nilam yang sebelumnya sempat melambung tinggi kini mulai menurun signifikan, berdampak pada semangat dan pendapatan petani. Di Gampong Bateshok, Kecamatan Sukamakmue, para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait kondisi ini.

Penjabat Keuchik Gampong Bateshok, Mansyur AG, mengatakan harga minyak nilam sempat menjadi pemicu utama meningkatnya jumlah petani. Namun kini, harga terus menurun dan membuat petani khawatir akan kelangsungan usaha mereka.

“Sekarang di kami Rp700 ribu per kilonya, sudah agak melonjak turunnya. Sebelumnya pernah mencapai Rp2,4 juta di akhir 2024,” ujar Mansyur, Senin (4/8/2025).

Ia menambahkan, harga yang fluktuatif membuat petani kehilangan kepastian dalam menjual hasil panen. Padahal, pengolahan minyak nilam membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Saya mohon dukungan dari semua pihak, baik Pemerintah Kota Sabang maupun pemerintah pusat. Pertama, untuk menstabilkan harga nilam dan kedua, turun langsung melihat kondisi petani di lapangan,” tambahnya.

Menurutnya, jika harga bisa kembali stabil, maka semangat masyarakat untuk membuka lahan baru dan meningkatkan produksi juga akan tumbuh. Gampong Bateshok sendiri telah menghasilkan lebih dari 200 kilogram minyak nilam hingga Agustus ini.

Produk tersebut dijual ke pengumpul di Banda Aceh, namun dengan harga saat ini, keuntungan petani jauh menurun. Mansyur berharap pemerintah dapat segera mengevaluasi rantai distribusi dan mekanisme harga minyak nilam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *