Daerah  

Alumni Mahasiswa UTU Apresiasi Bupati Aceh Barat Kunjungi Mahasiswa Terluka Saat Unjuk Rasa

Alumni Mahasiswa UTU Apresiasi Bupati Aceh Barat Kunjungi Mahasiswa Terluka Saat Unjuk Rasa. Foto/Ekonus.

Habapublik.com, Meulaboh: Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Teuku Umar (UTU) menyampaikan terimakasih atas keperdulian Bupati Tarmizi,SP.MM yang telah melihat secara langsung kondisi Mahasiswa yang terluka dalam aksi unjuk rasa pada Senin (01/09/2025) yang digelar di tugu simpang Pelor kota Meulaboh, kabupaten setempat.

Seperti diketahui saat ini aksi unjuk rasa secara serentak digelar hampir di seluruh daerah kabupaten dan kota dalam wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ketinggalan, masyarakat di provinsi Aceh juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan tuntan terhadap keresahan situasi Negara dan persoalan di Aceh saat ini.

Na’asnya dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, tidak berjalan mulus, sempat terjadinya bersitegang antara aparat dengan masa aksi yang meminta untuk bertemu secara langsung dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna menyampaikan aspirasi.

Masa aksi sempat memasuki halaman kantor DPR Kabupaten setempat, namun chaos tidak bisa terelakkan, para peserta aksi berhamburan berlarian saat water canon disemprotkan dan gas air mata di tembaki oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan dilokasi aksi.

Dalam chaos yang terjadi, sejumlah Mahasiswa mengalami luka sehingga terpaksa dilarikan kerumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis, salah satu diantaranya merupakan Mahasiswa dari Program Studi Ilmu Hukum UTU yang mengalami luka dibagian tangan dan kepala.

Usai demo berlangsung, mahasiswa dan masyarakat yang menggelar aksi membubarkan diri, sedangkan beberapa diantaranya menjalani pengobatan medis dirumah sakit setempat.

Beredar vidio, Bupati Aceh Barat, Tarmizi,SP.MM, usai demonstrasi berlangsung mengunjungi secara langsung dan melihat kondisi mahasiswa guna memastikan kesehatan dan keadaan yang ada.

Terhadap sikap keperdulian itu, Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Hukum Universitas Teuku Umar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Bupati Aceh Barat, Tarmizi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tarmizi, tadi malam saya dikirimkan vidio bahwasanya adik-adik kami dari Prodi Ilmu Hukum UTU di jenguk setelah mengalami insiden dalam Aksi Damai yang berlangsung di depan kantor DPRK Aceh Barat,” kata Mustafa,S.H dalam rilis tertulis kepada awak media.

Mustafa yang juga merupakan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni Universitas Teuku Umar (IKA UTU) menyebutkan, Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar atas keberlanjutan dan perubahan negara serta memiliki kewajiban mengontrol kebijakan pemerintah yang tidak memihak pada kepentingan umum.

“Kita menyadari, situasi hari ini memang sedang tidak kondusif, unjuk rasa atau demontrasi dimana-mana, hampir diseluruh Indonesia, ini merupakan bentuk nyata mahasiswa Aceh juga perduli terhadap bangsa atas kebijakan yang keliru,” ujarnya.

Sambunnya. “Tanggung jawab mahasiswa bukan hanya tentang akademik tetapi juga kontrol sosial dan kontrol kebijakan pemerintah yang dinilai keliru tidak pro terhadap rakyat, sehingga unjuk rasa bukan suatu hal yang negatif, hanya saja ada pihak yang mencoreng dengan tujuan menciptakan chaos.

Mustafa juga mengajak aparat kepolisian setempat untuk dapat merangkul serta mengayomi mahasiswa dan menindak para pelaku yang terindikasi telah menciptakan situasi buruk tindakan anarkis dalam setiap kesempatan mahasiswa menyampaikan aspirasi dimuka umum.

“Sebagai alumni kami turut prihatin atas insiden yang terjadi ulah penyusup mengakibatkan cidera mahasiswa yang tulus menyampaikan aspirasi, kami meminta kepolisian di Aceh Barat merangkul dan mengayomi mahasiswa, sebab pada dasarnya mereka menyampaikan aspirasi atas keresahan kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat, sehingga setiap tindakan kekerasan tidak dapat di benarkan dilakukan oleh siapapun,” tegasnya.

Tambahnya. “Indonesia adalah negara hukum, kebebasan berekspresi untuk mengemukakan pendapat dimuka umum merupakan hak setiap warga negara dibenarkan, namun tidak ada ruang untuk anarkis oleh siapapun bukan hanya mahasiswa.”

Maka oleh karena itu dengan situasi politik dan ketatanegaraan saat ini yang tidak begitu kondusif, mahasiswa tidak boleh padam semangat untuk mengontrol kebijakan pemerintah jangan terprovokasi untuk melakukan tindakan diluar aturan yang berlaku, jangan anarkis dan jangan merusak fasilitas umum,” pintanya.

“Pada kesempatan ini juga kami mengajak mahasiswa, pemuda dan masyarakat sama sama mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap rakyat.” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *