Habapublik.com, Blangkejeren : Fisik pembangunan rabat beton di Kampung Cane Baru, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, seharusnya menjadi bukti nyata pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan panjang 440 meter dan lebar 1 meter, proyek ini menelan anggaran mencapai Rp95 juta dari APBN/Dana Desa tahun 2024. Namun, kenyataan di lapangan justru jauh dari harapan, rabat beton yang belum genap berusia satu tahun sudah dipenuhi retakan, mengelupas, sehingga terkesan dikerjakan asal jadi.
Masyarakat setempat kini mulai bersuara menilai proyek tersebut tak sejalan dengan gerak kegiatan. Mereka menuding ada celah yang tak terang benderang dalam penggunaan anggaran desa. “Kalau sesuai rencana, seharusnya sudah ada perubahan nyata. Tapi buktinya tidak,” keluh seorang warga Cane Baru yang enggan disebut namanya.
Dalam pantauan wartawan media di lapangan pada Kamis 4/9/2025, melihat ada jurang yang menganga, antara kata dengan karya jalan yang rusak tetap rusak, program ekonomi rakyat jalan di tempat, Jika pembangunan infrastruktur dasar seperti rabat beton tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Masyarakat tentu layak menuntut pertanggungjawaban. Proyek dana desa bukanlah proyek pribadi, melainkan amanah yang bersumber dari uang rakyat. Kerusakan dini pada rabat beton ini menjadi cermin betapa lemahnya integritas pembangunan di tingkat desa.
Pembangunan seharusnya meninggalkan jejak kebaikan, jalan yang kuat, fasilitas yang tahan lama, dan manfaat jangka panjang bagi warga. Tetapi jika rabat beton baru seumur jagung saja sudah rusak, maka yang tertinggal hanyalah Jejak kekecewaan dan potensi korupsi terselubung .
Menurut seorang warga setempat, sudah saatnya aparat penegak hukum, inspektorat, dan masyarakat bersuara lantang. Jangan biarkan jejak pembangunan di Cane Baru menjadi simbol pemborosan dan pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Pembangunan harus transparan, sesuai spesifikasi, dan berorientasi pada kepentingan warga, bukan kepentingan segelintir orang.
Kepala desa Cane Baru Bahri, kepada wartawan mengakui bahwa pekerjaan rambat beton untuk jalan setapak tersebut sudah selesai di kerjakan. “Untuk dana pemberdayaan kita sudah membangun jalan ke kebun masyarakat dengan anggaran dana lebih kurang Rp.95.000 000,-(Sembilan puluh lima juta) selaras dengan plank informasi yang terpampang di pohon kayu,”ujar Bahri.(*)












