Habapublik.com, Sabang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sabang siap mengawal dan mengontrol seluruh kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Kota Sabang.
“Untuk itu, diharapkan kepada pemangku kepentingan agar tidak menutup-nutupi setiap kegiatan khususnya yang bersumber dari anggaran negara,”kata Ketua PWI Sabang Jalaluddin Zky, Kamis (25/09/2025).
Menurut wartawan senior ini jurnalistik memang sangat penting dalam mengawal dan mengontrol kegiatan pemerintah sebagai bagian dari fungsi media sebagai “watchdog” atau penjaga.
“Tugas wartawan dalam profesinya sangat penting dalam mengawal dan kegiatan mengontrol kegiatan pemerintah khususnya dalam mengelola anggaran pemerintah. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merusak tatanan keharmonisan antar masyarakat yang disebabkan kegiatan yang tidak sesuai prosudur yang berlaku,” ujarnya.
Peran jurnalistik sendiri jelas Jalaluddin Zky, yang pertama mengawasi kegiatan pemerintah, dimana disini jurnalistik berperan memantau kebijakan dan tindakan pemerintah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Kemudian, menyampaikan Informasi media jurnalistik dengan cara menyajikan informasi yang akurat dan objektif kepada publik tentang kegiatan pemerintah. Tugas wartawan yang baik juga mencakup analisis kritis terhadap kebijakan dan tindakan pemerintah., jelasnya.
Oleh karenanya, kata Jalaluddin wartawan yang tergabung dalam wadah PWI Sabang dalam menjalankan tugasnya sehari-hari tidak bekerja diluar garis dan rel yang ditentukan Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta 5W+1H.
“Wartawan yang sesungguhnya bekerja secara profesional, melakukan investasi mendalam, berimbang, tidak ada kepentingan pribadi/kelompok dan yang lebih penting tidak mencari-cari kesalahan pihak lain,”tuturnya.
Jalaluddin menjelasoan, Jika berita yang muncul tidak sesuai aturan pers, tidak berimbang dan penuh opini itu dipastikan bukan produksi hasil dari wartawan yang tergabung dalam wadah PWI.
PWI Sabang bermitra baik dengan seluruh lembaga pemerintah terutama dengan TNI/Polri, namun sayangnya ada pihak-pihak yang melakukan kegiatan tidak berkoordinasi dengan awak media. Sehingga, wartawan harus mencari-cari saat muncul isu di masyarakat.
“Kepada pemangku kepentingan dan pengusaha jika ada kegiatan yang sifatnya dikelola dengan anggaran negara, agar berkoordinasi lah supaya sama-sama bisa saling mengontrol sekaligus publik tau atas kegiatan dimaksud,” harapnya. (“).












