Daerah  

Rumah Siswi SMK Negeri 1 Julok Terbakar, Sekolah Beri Bantuan

Kepala Sekolah bersama para guru, serta perwakilan siswa mendatangi lokasi kejadian Musibah kebakaran menimpa rumah salah satu siswi SMK Negeri 1 Julok, Nordila, Senin (20/10/2025). Foto/Dok SMK Negeri 1 Julok

Habapublik.com, Aceh Timur: Musibah kebakaran menimpa rumah salah satu siswi SMK Negeri 1 Julok, Nordila, pada Minggu (19/10/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di Gampong Blang Uyok, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Rumah panggung milik keluarga Nordila ludes dilalap api saat ia sedang menemani ibunya yang dirawat di RSU Zubir Mahmud Idi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh isi rumah tidak sempat diselamatkan. Warga baru menyadari adanya kobaran api ketika api sudah membesar dan melalap sebagian besar bangunan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik.

Kabar duka ini cepat menyebar ke lingkungan sekolah. Keluarga besar SMK Negeri 1 Julok langsung bergerak memberikan bantuan moral dan material kepada Nordila dan keluarganya.

Kepala Sekolah bersama para guru, serta perwakilan siswa mendatangi lokasi kejadian pada Senin (20/10/2025) untuk menyerahkan donasi spontan hasil pengumpulan dari guru dan teman-teman sekelas.

Kepala SMK Negeri 1 Julok, Faisal, S.T., M.Pd, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa siswinya tersebut.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami ananda Nordila. Ini ujian berat, apalagi beliau juga seorang anak yatim. Kami berharap ia tetap kuat dan sabar. Keluarga besar SMK Negeri 1 Julok akan terus mendampingi dan membantu sebisanya,” ujar Faisal di sela kunjungan tersebut.

Faisal menambahkan, kepedulian ini menjadi bagian dari nilai karakter yang selama ini ditanamkan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat tumbuhnya rasa empati dan solidaritas. Apa yang menimpa Nordila menjadi pengingat bahwa kita semua adalah satu keluarga besar,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Nasir, S.Pi., M.Si., yang turut hadir memberikan bantuan, mengatakan bahwa aksi solidaritas ini lahir dari kesadaran bersama para siswa.

“Begitu mendengar kabar duka, para siswa langsung berinisiatif melakukan penggalangan dana. Kami guru hanya memfasilitasi. Semangat gotong royong mereka luar biasa, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah,” tutur Nasir.

Menurutnya, pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan komite dan Dinas Pendidikan untuk melihat kemungkinan bantuan lanjutan bagi Nordila.

“Kami ingin memastikan pendidikan Nordila tidak terganggu. Ia adalah siswi berprestasi dan berakhlak baik. Kami akan berupaya agar ia tetap bisa melanjutkan pendidikannya tanpa hambatan,” imbuhnya.

Nordila sendiri tampak tegar saat dikunjungi pihak sekolah, meski matanya masih sembab. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para guru dan teman-temannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu guru serta teman-teman semua. Ini sangat berarti bagi kami sekeluarga. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ujar Nordila dengan suara lirih.

Salah satu teman sekelas Nordila, Nurul, menyampaikan harapannya agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Kami semua sedih atas musibah yang menimpa Nordila. Ini jadi pengingat bagi kita untuk lebih berhati-hati dengan listrik di rumah, tapi juga mengajarkan pentingnya saling peduli. Dari kejadian ini, kami belajar bahwa kebersamaan dan empati bisa tumbuh bahkan dari peristiwa yang menyedihkan,” ujar Nurul yang juga ikut menyerahkan bantuan hasil donasi siswa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *