Budaya  

Atraksi Budaya dan Keunikan Alam Perkuat Daya Tarik Tugu Kilometer Nol Sabang

Atraksi budaya setiap akhir pekan di kawasan Tugu Kilometer Nol Sabang yang dibawakan anak-anak setempat menjadi hiburan bagi wisatawan setelah beraktivitas, sekaligus memperkenalkan budaya Aceh. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Tugu Kilometer Nol di Sabang terus menjadi magnet bagi wisatawan sebagai titik paling barat Indonesia. Selain nilai simbolisnya, kawasan ini juga menawarkan keindahan alam dan pengalaman wisata yang berbeda.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Iboih, Tarmizi mengatakan, Tugu Kilometer Nol memiliki keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain. Ia menjelaskan, daya tarik tersebut berasal dari kombinasi alam, satwa, dan suasana yang masih alami.

“Titik Nol ini merupakan ujung paling barat Indonesia dengan keunikan tersendiri, seperti burung camar berwarna putih yang jarang ditemukan di tempat lain dan hidup alami tanpa gangguan. Kelestarian lingkungan menjadi faktor utama yang menjaga keberadaan satwa tersebut,” ujar Tarmizi, Minggu 03 Mei 2026.

Untuk menambah daya tarik, pengelola juga menghadirkan atraksi budaya setiap akhir pekan di kawasan Tugu Kilometer Nol. Tarian tradisional yang dibawakan anak-anak setempat menjadi hiburan bagi wisatawan setelah beraktivitas, sekaligus memperkenalkan budaya Aceh.

Sementara itu salah satu pengunjung asal daratan Aceh, Fajri, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Tugu Kilometer Nol. Ia menilai, lokasi ini memiliki suasana yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.

“Ini pertama kali kami ke Sabang dan sangat luar biasa, apalagi berada di titik nol kilometer Indonesia memberikan pengalaman tersendiri. Saya berharap kawasan ini semakin ramai dan fasilitasnya terus ditingkatkan,” kata Fajri.

Atraksi budaya yang digelar turut memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang datang ke Tugu Kilometer Nol. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat merasakan suasana budaya lokal yang kental.

Dengan berbagai keunikan yang dimiliki, Tugu Kilometer Nol Sabang terus menunjukkan potensinya sebagai ikon wisata unggulan. Peningkatan kunjungan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *