Habapublik.com, Sabang: Volume sampah rumah tangga di Kota Sabang sejak Januari hingga Oktober 2025 tercatat mencapai 4.680 ton. Rata-rata sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap hari mencapai 13 ton, atau setara 390 ton per bulan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang, Faisal, S.T., M.T.P, mengatakan peningkatan volume sampah tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas masyarakat dan pariwisata. Menurutnya, pengelolaan sampah kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan kota.
“Dari data kami, volume sampah rumah tangga yang terangkut hingga akhir Oktober mencapai 4.680 ton. Kami terus berupaya menjaga kebersihan kota, karena Sabang adalah wajah wisata Aceh yang harus bebas dari sampah,” ujar Faisal kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah masih perlu ditingkatkan. Pemerintah berharap partisipasi aktif warga dapat membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan DLHK Kota Sabang, Muhammad Hendrik Friasayani, S.T., M.T, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian, 65 persen dari total sampah di Sabang merupakan sampah organik. “Selama ini banyak yang mengira plastik paling mendominasi, padahal sebagian besar berasal dari sisa makanan dan bahan organik rumah tangga,” katanya.
DLHK Sabang kini tengah mendorong pengolahan sampah organik melalui pelatihan pembuatan kompos di tingkat rumah tangga. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hingga saat ini, DLHK Sabang mengoperasikan 20 unit armada pengangkut sampah dan melibatkan sekitar 160 petugas lapangan setiap hari. Mereka bertugas melakukan penyapuan, pengangkutan, serta penataan sampah agar Kota Sabang tetap bersih dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.(*)












