Habapublik.com, Sabang: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lhok Batee di Gampong Cot Abeuk, Kota Sabang, kini berada pada kondisi kritis akibat kelebihan kapasitas. Area pembuangan tersebut sudah melebihi daya tampung dan hanya bisa digunakan sementara melalui rekayasa teknis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang, Faisal, S.T., M.T.P, mengatakan bahwa kondisi TPA saat ini tidak lagi ideal menampung sampah harian warga. Pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif agar pengelolaan sampah tetap berjalan hingga adanya fasilitas baru.
“TPA Lhok Batee sudah dalam status overload, sehingga kami harus melakukan penataan sementara untuk memperpanjang masa pakainya. Kami juga mendorong percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu agar masalah ini tidak berlarut,” ujar Faisal, Sabtu (1/11/2025).
DLHK Sabang saat ini sedang menyiapkan dokumen teknis dan rekomendasi pendukung untuk pembangunan TPST melalui program Kementerian PUPR. Rencana tersebut menjadi solusi jangka panjang agar pengelolaan sampah di Sabang tidak lagi bergantung pada sistem penimbunan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan, dan Pertamanan DLHK Kota Sabang, Muhammad Hendrik Friasayani, S.T., M.T, menegaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan kajian Kesesuaian Teknis Spesifikasi Pembuangan (KTSP) untuk perluasan lahan di sekitar TPA.
“Area di depan TPA eksisting akan dijadikan zona pembuangan sementara sambil menunggu realisasi pembangunan TPST,” katanya.
Menurut Hendrik, kondisi timbunan sampah yang terus meninggi menyimpan potensi bahaya bagi petugas lapangan. Ia menjelaskan, meski dampak lingkungan belum signifikan, secara teknis risiko longsor sampah bisa terjadi sewaktu-waktu.
DLHK mencatat volume sampah di Kota Sabang mencapai 4.680 ton sejak Januari hingga Oktober 2025, meningkat dari 4.500 ton pada tahun sebelumnya. Hendrik menegaskan, tanpa sistem pengolahan baru, Sabang akan menghadapi krisis ruang TPA dan risiko keselamatan kerja yang lebih besar.(*)












