Daerah  

Tangani 98.590 Pengungsi, Pemkab Pijay Operasikan Dapur Umum 24 Jam

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama unsur Forkopimda, serta instansi terkait mengikuti rakor penanganan bencana banjir dan longsor. Pertemuan dimaksud membahas langkah percepatan bantuan dan layanan bagi hampir 100 ribu pengungsi. Foto: Prokopim Pijay.

Habapublik.com, Meureudu: Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) terus memperkuat penanganan darurat pasca bencana yang melanda sejumlah gampong dengan jumlah pengungsi yang kini mencapai 98.590 jiwa.

Untuk memastikan kebutuhan pangan, terutama bagi balita, lansia, dan ibu hamil, Pemkab Pijay mengoperasikan dapur umum 24 jam, yang dikoordinasikan bersama BPBD, Dinas Sosial, TNI–Polri, Tagana, dan para relawan.

“Tidak boleh ada warga kelaparan. Seluruh. Pengungsi harus mendapat pasokan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan,” ujar Bupati Pidie Jaya H Sibral Malasyi dalam rakor bersama Forkopimda, di Gedung Media Center Penanggulangan Banjir dan Longsor, Senin (1/12/2025).

Ia menyebut, dapur umum ini berada dekat titik-titik pengungsian yang berfungsi untuk menyediakan makanan siap santap setiap hari, terutama bagi kelompok rentan. Seluruh tim yang terlibat bekerja bergilir agar pasokan makanan tetap terkontrol.

Sementara itu, hasil pendataan yang diterima media habpublik.com, beberapa kebutuhan yang masih sangat diperlukan logistik dasar seperti selimut dan pakaian kering, air bersih, popok dan susu bayi.

Begitu juga dengan obat-obatan dan vitamin juga dibutuhkan, ditambah lagi dengan layanan kesehatan keliling dan lampu penerangan darurat di lokasi pengungsian.

Bupati Sibral juga menegaskan koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan mengingat tingginya jumlah warga terdampak dan luasnya wilayah yang harus ditangani. Upaya ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat hingga kondisi stabil.

*Wabup Pijay Menangis Singgung Banjir di Apel Gabungan

Suasana apel gabungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya pada Senin pagi (1/12/2025) berubah haru ketika Wakil Bupati Pidie Jaya meneteskan air mata saat menyampaikan amanat menyangkut banjir yang melanda sejumlah di wilayah Pidie Jaya.

Hasan Basri mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi warga yang terdampak. Ia menyebut banjir yang terjadi bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menyisakan trauma bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan harta benda.

“Melihat kondisi saudara-saudara kita yang masih berjuang memulihkan kehidupan, saya merasa sangat sedih,” ujarnya dengan suara bergetar. Momen tersebut membuat peserta apel terdiam, dan peserta apelpun turut terbawa suasana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *