Habapublik.com, Subulussalam: Seorang warga Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Lae Kombih, Jumat (05/12/2025) sore. Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban tengah mengangkut buah sawit menggunakan perahu kayu bermesin atau yang biasa disebut robin.
Korban diketahui bernama Majid Bako. Pria berusia 60 tahun yang berprofesi sebagai petani/pekebun tersebut hanyut tepatnya di Dusun Siberuang, Desa Pegayo.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat saksi, Muliadi Bako (21), memuat buah sawit ke atas perahu bersama dengan korban. Setelah muatan selesai, korban menaiki perahu untuk menyeberangi sungai, sementara saksi tetap berada di darat.
Sekitar 100 meter dari titik awal penyeberangan, tiba-tiba korban berteriak minta tolong kepada saksi. Saat itu, saksi melihat korban dan perahu telah terbawa arus sungai.
Korban terlihat berada di dalam air dengan tangan masih memegang sisi bagian kanan perahu. Saksi, Muliadi Bako, segera melompat dan berenang ke arah korban untuk memberikan pertolongan.
Namun, sekitar 8 meter mendekati korban, saksi melihat tangan korban terlepas dari perahu dan korban langsung hanyut terbawa arus deras Sungai Lae Kombih.
Muliadi Bako kemudian kembali ke darat karena kehabisan tenaga dan arus sungai yang deras, lalu meminta bantuan warga terdekat.
Sekitar pukul 16.20 WIB, warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) berkumpul dan membantu melakukan pencarian.
Kapolres Subulussalam melalui Kapolsek Simpang Kiri, AKP Evizarrianto, setelah menerima laporan menuju TKP bersama anggotanya sekitar pukul 16.30 WIB. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam.
Tim BPBD Kota Subulussalam tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB dengan membawa satu unit perahu karet. Pencarian langsung dilakukan oleh BPBD dibantu personel Polsek Simpang Kiri, Koramil 01/Simpang Kiri, dan warga sekitar.
AKP Evizarrianto mengatakan bahwa perahu kayu yang digunakan korban telah berhasil ditemukan oleh warga berjarak 1 kilometer dari TKP. “Hingga pukul 20.00 WIB malam korban belum berhasil ditemukan, sementara perahu sudah kami temukan satu kilometer dari lokasi kejadian,” kata Evizarrianto.
Karena minimnya penerangan dan kurangnya perahu karet, proses pencarian dihentikan sementara pukul 21.00 WIB. Pihak BPBD merencanakan pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (06/12/2025) pukul 09.00 WIB dengan membawa tambahan perlengkapan.
Sedangkan perahu karet milik BPBD ditinggalkan di lokasi untuk bisa digunakan oleh keluarga korban yang ingin melanjutkan pencarian secara mandiri. (*)












