Habapublik.com, Sabang : Usaha souvenir dan baju khas Sabang mengalami penurunan omzet menjelang akhir tahun akibat dampak banjir yang terganggu arus kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut membuat aktivitas penjualan tidak seramai periode liburan sebelumnya.
Pemilik usaha souvenir dan baju Sabang, Sarah, mengatakan penurunan penjualan sangat terasa dibandingkan akhir tahun lalu. Ia menyebut biasanya momen liburan menjadi waktu paling ramai bagi pelaku usaha.
“Kalau tahun lalu pas akhir tahun ramai, omzet bisa sampai Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari. Kondisi ini menjadi pembanding yang cukup jauh dengan situasi tahun ini,” kata Sarah, Selasa (30/12/2025).
Sarah menjelaskan, pascabanjir wisatawan sempat tidak ada sama sekali yang datang ke Sabang. Setelah akses mulai pulih, pengunjung perlahan berdatangan meski jumlahnya belum signifikan.
“Sekarang ini pas sepi, setengahnya pun tidak dapat, paling cuma sekitar Rp1 jutaan per hari. Namun kondisi ini masih lebih baik dibandingkan beberapa hari setelah banjir,” ujarnya.
Menurut Sarah, wisatawan yang datang saat ini didominasi oleh wisatawan asal Malaysia yang datang secara berkelompok, sementara wisatawan lokal dan dari Sumatera Utara jumlahnya menurun drastis. Ia berharap, kunjungan wisatawan terus meningkat agar omzet penjualan kembali stabil seperti tahun sebelumnya.
Produk yang paling diminati wisatawan adalah gantungan kunci dan magnet kulkas dengan harga berkisar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, serta baju khas Sabang dengan harga berkisar Rp35 ribu hingga Rp150 ribu tergantung bahan, dan menjadi pilihan utama wisatawan sebagai oleh-oleh.(*)












