Disdikbud Banda Aceh Uji Kompetensi 250 Calon Guru Diniyah, Perkuat Kualitas dan Integritas

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar evaluasi sekaligus seleksi terhadap 250 calon guru Diniyah dan Tahfizh di SMP Negeri 6 Banda Aceh, Kamis (2/4/2026). Foto: Dok Disdikbud Banda Aceh.

Habapublik.com, Banda Aceh — Upaya memperkuat kualitas pendidikan keislaman di tingkat sekolah terus diperkuat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar evaluasi sekaligus seleksi terhadap 250 calon guru Diniyah dan Tahfizh di SMP Negeri 6 Banda Aceh, Kamis (2/4/2026).

Program “Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Diniyah Kota Banda Aceh Tahun 2026” ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan standar profesionalisme dan integritas tenaga pendidik. Acara dilakukan selama tiga hari mulai 1-3 April 2026 bertempat di SMPN 6 Banda Aceh. Di mulai dari uji tulis ilmu akidah, fikih, akhlak, tarikh, menulis arab-jawi sampai kepada wawancara terkait kemampuan membaca kitab dan keahlian pedagogik.

Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Syarifah Nargis, yang bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan kegiatan. “Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang direncanakan untuk terus memperkuat keberadaan Pendidikan Diniyah di Kota Banda Aceh yang merupakan salah satu program strategis Walikota Banda Aceh”, sebutnya.

Ada dua kegiatan pada tahap pertama dari upaya peningkatan kompetensi guru Pendidikan Diniyah ini. Pertama, evaluasi dan seleksi terhadap guru. Kedua, pelatihan metode dasar belajar dan mengajar. Pada saat bersama juga sedang dibahas upaya untuk segera melahirkan sebuah kurikulum khas Banda Aceh, yang berdaya saing dan mampu menjadi fondasi dalam membangun generasi berkarakter di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Monitoring kegiatan turut dilakukan oleh MPD, Kemenag, MAA, Badan Dayah, dan DSI Kota Banda Aceh. Diwakili tim pemantau dari Dinas Syariat Islam melalui Kepala Bidang Pengembangan Syari’ah, Wirzaini Usman, S.HI., M.I.Kom., menegaskan bahwa proses evaluasi ini merupakan langkah yang tepat dalam memastikan mutu pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di Banda Aceh.

“Uji kompetensi ini menjadi instrumen penting untuk memastikan para guru Diniyah dan Tahfizh memiliki kompetensi, kapasitas, serta integritas yang kuat dalam menjalankan peran mereka,” ujar Wirzaini.

Rektor The Suficademic yang ikut menjadi kolaborator kegiatan ini menekankan, “Di tengah dinamika global, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan penjaga nilai-nilai keislaman. Namun mereka dituntut tidak hanya tau tentang agama, tapi juga punya metode yang canggih dalam mentransfer nilai-nilai”.

Karena itulah, paska evaluasi dan seleksi ini akan dilakukan pembinaan guru secara berkelanjutan termasuk melalui pelatihan metode mengajar yang kreatif. Dengan demikian, guru Diniyah dan Tahfizh menjadi garda terdepan dalam membangun karakter siswa, sekaligus menjadi teladan dalam penguatan akhlak dan nilai-nilai spiritual.

Tim Pewawancara Berbasis Keahlian Multidisipliner

Untuk menjamin kualitas evaluasi, seleksi, dan uji kompetensi ini melibatkan tim pewawancara yang terdiri dari para ahli di bidangnya, yaitu:

Tgk. Said Muniruddin, S.E., M.Sc. (dosen, trainer, motivator, juri kaligrafi, dan penulis tasawuf nasional)

Ustaz Fadhil Zakaria, S.P., M.Pd. (ahli microteaching dan pedagogi Indonesia, penulis buku metode menghafal Quran)

Tgk. As’adi Al Yusufi, S.Ag., M.Pd. (dosen dan aktivis keagamaan dan NU)

Dr. Tgk. Zulhelmi, M.A. (dosen UIN Ar-Raniry, kajian kitab turats—Arab dan Jawa)

Tgk. Haikal Afifa (juri Musabaqah Qiraatil Kutub Provinsi Aceh)

Komposisi ini mencerminkan pendekatan seleksi yang komprehensif, mencakup aspek akademik, pedagogik, spiritual, serta penguatan karakter berbasis wisdom lokal.

Fondasi program dan arah pengembangan

Program Diniyah di Kota Banda Aceh telah berjalan sejak 2011 sebagai bagian dari upaya sistematis memperkuat aqidah dan pemahaman keagamaan generasi muda. Ke depan, para pemerhati program ini berharap hasil evaluasi ini dapat ditindaklanjuti dengan capacity building yang berkelanjutan bagi para guru.

Apresiasi dari DSI, MAA, MPD, Badan Dayah, Kemenag dan lainnya disampaikan oleh masing pemantau yang hadir kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, khususnya melalui Bidang SMP di bawah kepemimpinan Syarifah Nargis, atas komitmennya dalam memperkuat kualitas program Diniyah secara berkelanjutan.

Langkah ini menegaskan posisi Banda Aceh sebagai salah satu daerah yang konsisten membangun sistem pendidikan keislaman yang terintegrasi, berstandar tinggi, dan berorientasi pada pembentukan generasi unggul di tingkat nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *