Habapublik.com, Sabang – Kenaikan harga tomat di Kota Sabang dalam beberapa pekan terakhir mulai dikeluhkan masyarakat, terutama para pedagang makanan dan ibu rumah tangga. Harga tomat yang sebelumnya dijual sekitar Rp12 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Kota Sabang, Annisah, mengatakan kenaikan harga tomat terjadi karena pasokan dari luar daerah berkurang. Selain itu, permintaan masyarakat tetap tinggi sehingga harga di tingkat pedagang ikut mengalami penyesuaian.
“Biasanya tomat kami jual Rp12 ribu per kilo, tapi sekarang sudah naik sampai Rp18 ribu bahkan Rp20 ribu per kilo. Pasokan dari pemasok juga berkurang, jadi mau tidak mau harga ikut naik,” ujar Annisah, Rabu 29 April 2026.
Meski harga tomat mengalami kenaikan cukup signifikan, harga sejumlah bumbu dapur lainnya masih terpantau stabil. Cabai merah keriting masih dijual Rp35 ribu per kilogram, cabai rawit Rp30 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu, bawang putih Rp38 ribu, dan bawang bombai Rp30 ribu per kilogram.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Nuraidah, mengaku kenaikan harga tomat cukup terasa karena tomat menjadi kebutuhan dapur yang hampir setiap hari digunakan. Menurutnya, meski harga naik, masyarakat tetap harus membeli karena menjadi bahan penting dalam memasak.
“Kalau tomat naik memang cukup terasa, karena hampir setiap masak pasti pakai tomat. Jadi walaupun mahal tetap dibeli, hanya saja jumlahnya dikurangi supaya pengeluaran tidak terlalu besar,” kata Nur.
Pedagang berharap pasokan tomat dari luar daerah kembali lancar agar harga bisa segera stabil dan kembali terjangkau bagi masyarakat. Kondisi ini dinilai penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Masyarakat juga diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan bahan pangan secara bijak agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memantau kestabilan harga kebutuhan pokok di pasaran agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan warga.(*)












