Warga Sabang Keluhkan Kenaikan Harga Gas Non Subsidi, Beban Rumah Tangga Membengkak

Warga Sabang Keluhkan Kenaikan Harga Gas Non Subsidi. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Kenaikan harga gas LPG non subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram mulai menuai tanggapan dari masyarakat. Kondisi ini terutama dirasakan oleh warga yang tidak mendapatkan akses gas subsidi 3 kilogram.

Salah seorang warga, Mariani, mengaku kenaikan harga gas cukup memberatkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ia mengatakan selama ini bergantung pada gas non subsidi karena tidak terdaftar sebagai penerima gas 3 kilogram.

“Kalau harga gas naik seperti ini, kami yang tidak dapat subsidi tentu sangat terasa. Mau tidak mau tetap harus beli karena ini kebutuhan utama untuk memasak,” ujar Mariani, Senin 27 April 2026.

Menurutnya, kenaikan harga membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak. Ia berharap ada kebijakan yang bisa membantu masyarakat yang tidak masuk kategori penerima subsidi namun tetap membutuhkan.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Husna, yang mengaku kesulitan menyesuaikan anggaran belanja rumah tangga. Ia menilai kenaikan harga gas datang di saat kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya stabil.

“Kadang kami harus menghemat di kebutuhan lain supaya bisa beli gas. Karena tanpa gas, aktivitas di dapur tentu terganggu,” kata Husna.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan solusi bagi masyarakat yang tidak menerima subsidi, baik melalui penambahan kuota maupun kebijakan harga yang lebih terjangkau.

“Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa menambah beban ekonomi,”tambah Husna.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *