Daerah  

Dana Belum Masuk, Enam SPPG di Subulussalam Belum Dioperasikan

Sebanyak enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Subulussalam hingga Rabu (10/6/2026) dilaporkan belum dapat menjalankan operasionalnya. Foto: Juan B

Habapublik.com, Subulussalam – Sebanyak enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Subulussalam hingga Rabu (10/6/2026) dilaporkan belum dapat menjalankan operasionalnya. Kondisi ini berdampak langsung pada tertundanya penyaluran program pemenuhan gizi yang menyasar ribuan penerima manfaat.

Tercatat ada 12.246 warga yang menjadi total penerima manfaat dari program ini. Mereka terpaksa harus menunggu akibat belum aktifnya layanan di sejumlah titik strategis yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Subulussalam.

Kepala Koordinator SPPG Kota Subulussalam, Sartika Anggraini, saat dikonfirmasi, Rabu 10 Juni 2026 mengungkapkan bahwa tidak beroperasinya enam satuan layanan tersebut disebabkan oleh adanya kendala teknis pada proses pencairan anggaran. “Kendala dana di virtual account belum masuk. Kalau dana sudah masuk, bisa langsung operasi,” ujar Sartika.

Ia merincikan, wilayah yang terdampak meliputi SPPG Rundeng Lae Pemulaan di Kecamatan Rundeng yang dipimpin oleh Rizky Sinaga, serta SPPG Penanggalan di Desa Penanggalan yang dipimpin oleh Ihsan Karina Bancin. Kedua wilayah ini belum bisa melayani warga karena masalah administrasi keuangan tersebut.

Selain itu, kemandekan operasional juga terjadi di SPPG Simpang Kiri Subulussalam Timur yang dikepalai oleh Dedi Zasmawadi, serta SPPG Penanggalan Lae Bersih di bawah pimpinan Ridwansyah Harahap. Kedua fasilitas ini berada di lokasi strategis yang melingkupi wilayah perkotaan Subulussalam.

Kondisi serupa turut dialami oleh dua unit layanan di Kecamatan Sultan Daulat. Fasilitas tersebut adalah SPPG Sultan Daulat Jambi Baru yang dipimpin oleh Nurul Indah Afriana Hasibuan, serta SPPG Sultan Daulat Lae Langge yang berada di bawah tanggung jawab Zulfikar.

Pihak koordinator menegaskan bahwa seluruh kesiapan fasilitas di enam titik tersebut sebenarnya sudah terpenuhi. Saat ini, aktivasi program sepenuhnya bergantung pada percepatan transfer dana ke rekening virtual account masing-masing satuan pelayanan agar kebutuhan gizi 12.246 penerima manfaat dapat segera terpenuhi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *