Habapublik.com, Subulussalam – Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Subulussalam resmi memulai masa libur akhir tahun ajaran setelah merampungkan seluruh rangkaian agenda akademik pada semester kedua. Momentum penutupan tahun pidato ini ditandai dengan pelaksanaan upacara pemulangan siswa sekaligus pembagian laporan hasil belajar (rapor) secara kolektif di area sekolah.
Pihak sekolah memanfaatkan momentum ini untuk memberikan penghargaan khusus kepada para pelajar yang mencatatkan capaian nilai tertinggi. Apresiasi tersebut diberikan secara berjenjang guna merangsang iklim kompetisi yang sehat di lingkungan internal sekolah, baik pada kluster kompetensi sains maupun bakat minat siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Subulussalam, Heri Sukamto, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi garis finis dari proses evaluasi berkala yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Tercatat ada puluhan siswa dari dua jenjang berbeda yang kini bersiap kembali ke daerah asal mereka masing-masing.
“Alhamdulillah, kegiatan kita hari ini adalah pembagian rapor semester dua untuk siswa SD dan SMA. Juga pemberian apresiasi terhadap siswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Jumlah siswa kita ada 91. Ada 41 siswa SMA, kemudian 50 siswa SD,” kata Heri Sukanto, Sabtu 20 Juni 2026
Heri menambahkan, manajemen sekolah menggaransi keamanan kepulangan para pelajar dengan memfasilitasi logistik perjalanan secara mandiri. Langkah preventif ini diambil agar masa transisi dari asrama sekolah menuju lingkungan keluarga dapat berjalan lancar tanpa membebani wali murid.
“Hari ini anak-anak kita kembalikan ke rumah orang tua masing-masing, dan setiap anak akan diberikan uang saku untuk perjalanan mereka pulang,” jelasnya menambahkan teknis pemulangan tersebut.
Sebelum melepas keberangkatan para siswa, Heri Sukanto menitipkan pesan edukatif sekaligus motivasi mendalam sebagai bekal selama berada di luar pengawasan sekolah. Ia menekankan bahwa esensi libur panjang bukan berarti berhentinya aktivitas intelektual, melainkan bentuk perluasan laboratorium sosial di tengah masyarakat.
“Pesan dari kami pihak sekolah yang pertama adalah menerapkan hal-hal baik yang sudah dilakukan di sekolah, kemudian tetap menjaga sikap, menjaga karakter, dan tetap belajar di rumah karena sejatinya kepulangan di rumah adalah proses belajar yang dipindahkan dari sekolah ke rumah,” tutur Heri memotivasi para siswa.(*)












